Kepala Seksi Farmasi Makanan Minuman dan Alat Kesehatan Dinkes Bantul Heru Purwanto mengatakan, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (10/4) di empat toko modern yang berada di wilayah Pajangan dan Kasihan. Kegiatan tersebut dilakukan selama dua kali bersama berbagai unsur. Meliputi Satpol-PP serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul.
"Dalam rangka melakukan pengawalan produk pangan selama Ramadan menjelang Idul Fitri, kami laksanakan pengawasan lapangan ke sarana distribusi ritel di wilayah Bantul pada tanggal 10 dan 12 April 2023," ujar Heru saat dikonfirmasi, kemarin (11/3).
Hasil dari kegiatan tersebut, lanjut Heru, pihaknya mendapatkan beberapa produk makanan yang tidak memenuhi persyaratan jual. Seperti izin edar produk yang sudah tidak berlaku dan produk pangan yang izin edarnya masih berlaku namun pencantuman label tidak sesuai aturan.
Selain itu, petugas gabungan juga menemukan pengelolaan produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan. Yakni ada produk makanan yang ditaruh di lantai atau yang menempel di dinding. Penempatan seperti itu dikhawatirkan dapat membuat produk pangan menjadi lembab.
Pihaknya pun menemukan beberapa produk makanan dan minuman di supermarket yang tidak layak jual. Seperti ada kemasan makanan yang rusak dan penyok. Namun, ia memastikan untuk produk pangan kadaluarsa yang masih dijual tidak ada temuan.
Terkait dengan temuan tersebut, Heru mengaku, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap para pemilik toko modern maupun distributor. Lalu juga dilakukan edukasi tentang bagaimana mengelola produk pangan yang baik dan benar. Serta penyitaan bagi produk pangan yang tidak layak jual.
"Kalau produk-produk yang tidak memenuhi syarat masih diperbolehkan, cuma penanggung jawab harus melakukan edukasi terhadap pihak distributor atau produsen, misalnya yang izin tidak berlaku harus ada perpanjangan izin edar," bebernya.
Pejabat Fungsional Ahli Madya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Jogjakarta Etty Rusmawati mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan jajanan takjil di wilayah Banguntapan. Dalam kegiatan tersebut pihaknya menguji sebanyak 16 sampel makanan dan tidak ada satupun jajanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Ia menyebut, pihaknya rutin melakukan intensifikasi pengawasan pangan setiap menjelang hari raya Idul Fitri. Hal itu dilakukan karena menjelang hari raya biasanya produk-produk makanan yang beredar cenderung melimpah dan harus diawasi. "Kami ingin menjamin keamanan masyarakat dengan cara melakukan pengawasan," ungkap Etty. (inu/bah) Editor : Administrator