Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Mulyo Mulyo, Gatak I, Ngestirejo, Tanjungsari, Ngadiyono mengatakan, ubinan panen kacang tanah mencapai 3,7 ton gelondong per hektare. Luas panen di poktan mencapai 30 hektare.
"Harga kacang tanah sebelumnya mencapai Rp 12 ribu per kg, sekarang pada panen raya harga di kisaran Rp 10 ribu per kg," kata Ngadiyono saat panen raya belum lama ini.
Mengingat potensi hasil panen palawija di wilayahnya sangat menjanjikan, pihaknya berharap kepada pemerintah agar memberikan dukungan. Mewakili kelompok tani, pihaknya minta bantuan alsintan atau mesin pertanian pasca panen Power Thresher.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena selama ini sudah membantu para petani," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, luas tanam kacang tanah di musim kedua mencapai 36.835 hektare tersebar di 18 kapanewon. "Selain kacang tanah pada musim kedua ini juga telah memasuki panen kedelai seluas 2.831 hektare dan jagung 9.497 hektare," katanya.
Sebelumnya pada MH1 para petani Gunungkidul telah panen padi seluas 47.561 hektare dengan produksi 251.802,76 ton gabah kering giling (GKG), serta panen jagung seluas 47.561,75 hektare dengan produksi 235.790,24 ton pipil kering.
"Selanjutnya setelah panen palawija di musim tanam kedua, saat ini menunggu waktu panen padi musim kedua seluas 11.715 hektare yang segera panen pada awal Juni 2023," ujarnya.
Di bagian lain, Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyampaikan ucapan terima kasih kepada para petani yang telah bekerja keras hingga Gunungkidul bisa menjadi lumbung pangan DIJ. Pemerintah daerah juga akan selalu memperhatikan kepentingan para petani. (gun/laz)