Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Isa Dharmawidjaja membenarkan adanya kejadian ini. Dia mendapatkan laporan dari kepala Puskesmas Depok I. "Tadi pagi (kemarin, Red) pukul 07.30 kejadian itu diketahui," katanya saat dihubungi kemarin (12/5).
Diketahui peluru menembus kaca dan tralis. Kapolresta Sleman AKBP Yuswanto Ardi memastikan alat yang digunakan untuk perusakan bukan oleh senjata api, karena tidak ditemukan proyektil di lokasi sekitar. Melainkan berupa gotri, jumlahnya sembilan butir.
Dia mengatakan, penyelidikan awal terlalu dini jika disimpulkan sebagai peristiwa penembakan. "Jika pelurunya gotri, ada kemungkinan pelaku menggunakan senjata lain, misal seperti ketapel yang diarahkan ke lokasi," terang Ardi.
Sembilan gotri ini menyebabkan kerusakan kaca pecah di lima titik. Di antaranya, gotri dapat menembus kaca ruang arsip puskesmas hingga menyebabkan kerusakan kaca jendela. Kaca pecah dan membentuk retakan melingkar. Kemudian kusen cuil di dua titik dan goresan dua titik di pagar.
Tidak ada korban luka, apalagi korban jiwa dalam peristiwa ini. Pelayanan Puskesmas masih berjalan seperti biasa. Dikatakan, saat ini Polresta Sleman masih melakukan identifikasi dan penyelidikan terhadap pelaku dengan memeriksa CCTV dan saksi-saksi.
Untuk peristiwanya belum diketahui pasti. Namun Puskesmas sudah tidak beroperasi malam harinya (Kamis malam) sejak pukul 21.00. "Jadi kami belum bisa memastikan waktu peristiwanya kapan. Tapi kemungkinan di antara pukul 21.00 sampai pukul 06.30," tuturnya.
Dia berharap mulai ada titik terang terhadap penanganan kasus ini. "Mohon doanya semoga dalam waktu dekat segera terungkap," lanjut perwira polisi dengan dua melati di pundak ini. (mel/laz)