Pasangan suami istri (pasutri) Ngatiyo, 55, dan Tarmi, 47, warga Wuni, Nglindur, Girisubo, mengaku terus memantau gerak cepat kepolisian mengusut kematian Aldi dalam insiden letusan senjata api saat hiburan dangdut pada Mingu malam (14/5).
Ngatiyo, ayah almarhum mengatakan, keluarganya masih terpukul atas kematian anak tercintanya. Sebagai orang tua, hanya ingin kasus itu ditangani dengan serius dan adil hingga tuntas.
"Yang penting kami minta keadilan yang seadil-adilnya," kata Ngatiyo saat dimintai tanggapan atas penetapan tersangka Briptu MKA kemarin (16/5).
Dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwajib. Menurutnya, dalam perkara ini hanya kepolisian yang memahami bagaimana sebaiknya hukum ditegakkan. Sebagai rakyat kecil, dia memohon agar Polri menjadi pelindung agar keadilan terwujud ditengah masyarakat.
"Kami juga mengucapkan terima kasih atas banyaknya dukungan masyarakat yang diberikan kepada keluarga kami. Terutama dalam mengawal penanganan kasus ini," ujarnya.
Sementara itu, Dukuh Wuni David Nurvianto mengatakan, pada Senin malam (15/5) mendatangi Mapolres Gunungkidul. Namun ia tidak menjelaskan secara detail perihal pemanggilan dirinya oleh aparat kepolisian itu.
"Dimintai keterangan sekaligus menjadi saksi," kata David saat dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya.
Terpisah, Bupati Gunungkidul Sunaryanta turut berduka atas meninggalnya Aldi Aprianto yang tewas tertembak oleh oknum polisi saat acara hiburan.
Dia meminta agar insiden itu menjadi pembelajaran bersama. "Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamya dan yakin penanganan kasus dapat berjalan dengan adil sesuai ketentuan," kata orang momor satu di Gunungkidul ini.
Di bagian lain, Kapolsek Girisubo AKP Asnaini ketika dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh atas insiden berdarah yang melibatkan salah satu anggotanya. "Sekedap njih (sebentar ya, Red), baru bersama Pak Kapolda," kata Asnaini menjawab pesan singkat. (gun/laz)
Editor : Administrator