Peristiwa kebakaran berlangsung pada Selasa (23/5) malam. Peristiwa itu mengakibatkan kerugian materil hingga mencapai ratusan juta rupiah. Sebelum si jago merah melahap bangunan, dari dalam rumah muncul bau wangi menyengat.
Kapolsek Panggang AKP, Anang Prastawa mengatakan, munculnya bau wangi menyengat sebelum peristiwa kebakaran disampaikan oleh saksi Ronal Putra, tak lain adalah anak dari Suwinarno.
"Saksi bertanya kepada bibinya apakah membakar obat nyamuk, dan dijawab tidak ada," kata Anang Prastawa saat dihubungi kemarin (24/5).
Kemudian saksi Ronald berusaha mencari sumber bau wangi namun tidak ditemukan. Tak lama berselang terdengar suara piring pecah dari dalam rumah korban. Saksi bergegas mencari sumber suara, namun justru mendapati bagian plafon muncul kobaran api. "Sekitar 30 menit kemudian datang pemadam kebakaran, dan pukul 19.30 WIB api berhasil dipadamkan," ungkapnya.
Dalam insiden tersebut harta benda milik korban ludes terbakar. Hingga sekarang petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pemicu kebakaran. Pihaknya memastikan, tidak ada korban luka maupun jiwa.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Sumadi mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. "Rumah saat itu dalam kondisi kosong karena pemilik rumah dan istrinya belum pulang kerja," kata Sumadi.
Tim pemadam kebakaran (damkar) juga datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan. Bersama dengan warga, mereka berusaha melakukan pemadaman. Tidak ada korban jiwa, namun rumah Suwinarno ludes terbakar beserta isinya. "Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 175 juta," ujar Sumadi.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran ini. Sumadi mengatakan aparat menyelidiki kasus ini dan lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi. (gun/bah)