Kepala Kantor Basarnas Jogjakarta Kamal Riswandi mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban bersama kedelapan temannya berniat mandi di Sungai Progo seusai bermain bola pada pukul 17.00. Saat Hendak mandi itulah Deva bersama dua temannya terpeleset.
Beberapa teman korban berupaya menyelamatkan ketiganya, namun nahas bagi Deva yang tidak tertolong dan hilang tenggelam di aliran Sungai Progo. Beberapa saat sebelum tenggelam, korban diketahui juga sempat melambaikan tangan untuk meminta pertolongan.
"Untuk Kondisi air di lokasi korban terakhir terlihat air dipermukaan cukup tenang, namun arus bawah cukup kencang dan kedalaman kurang lebih 4-5 meter," ujar Riswandi dalam keterangannya, Senin (5/6).
Pasca kejadian, lanjut Riswandi, petugas SAR gabungan sudah melakukan upaya pencarian dengan peralatan aqua eye di tempat terakhir korban melambaikan tangan. Namun karena kondisi tempat kejadian perkara yang mulai gelap pencarian pun dilanjutkan kemarin (5/ 6).
Ia merinci, untuk upaya pencarian yang dilakukan di hari kedua pihaknya menerjunkan sebanyak dua grup SRU (Search and Rescue Unit). Untuk SRU 1 melakukan penyelaman di lokasi kejadian. Sementara untuk SRU 2 melaksanakan penyisiran body rafting di sekitar lokasi dengan radius 500 meter ke arah selatan. "Untuk upaya pencarian sudah kami lakukan sejak pukul 06.00," beber Riswandi. (inu/bah/sat)