Secara simbolis hibah dari Dinas Pendidikan Sleman diserahkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada empat perwakilan penerima Senin (24/7). Yakni SD Muhammadiyah Pakem, SD Muhammadiyah Balerante, TK Tunas Padi, dan TK Harapan dengan masing-masing mendapat Rp 50 juta.
Kustini menekankan, agar penerima untuk selalu mencatat data pemanfaatan hibah. Dia menambahkan, perbedaan besaran hibah tidak menjadi bahan iri hingga menimbulkan perselisihan. Hal itu karena jumlah yang diberikan, telah disesuaikan dengan kebutuhan tiap satuan pendidikan.
“Dengan adanya fasilitas ini silakan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memaksimalkan sarana dan prasarana pendidikan. Bisa untuk perbaikan cat kelas, pagar, ataupun alat peraga pendidikan,” bebernya.
Selain itu, sekolah juga diingatkan untuk dapat memfasilitasi siswa dengan membedakan toilet laki-laki dan perempuan. Upaya itu menjadi satu di antara perlindungan kepada anak, sekaligus menjadi bentuk edukasi sejak dini. Apalagi Sleman sebagai penerima penghargaan kabupaten layak anak. Sehingga, harus terus berupaya untuk memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana menyampaikan, program hibah pendidikan mempunyai fleksibilitas penggunaan. Bisa digunakan untuk pembangunan ruang kelas, hingga rehab bangunan. “(Bisa untuk, Red) pembelian laptop, mebel, hingga alat permainan edukatif (APE) oleh 20 satuan pendidikan,” ucapnya. (cr3/eno) Editor : Administrator