RADAR PURWOREJO - Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menegaskan akan tetap konsisten merelokasi pedagang Teras Malioboro (TM) 2 pada 2025 mendatang. Saat ini TM 2 hanya bersifat sementara.
"Sampai sekarang nggak (ada perubahan) ya. Nanti kalau pindah, kita tetap konsisten mesti pindah," katanya saat ditanya wartawan di di Kompleks Kepatihan Jogja, kemarin (15/12).
Gubernur mengatakan hal ini menanggapi aksi unjuk rasa pedagang Teras Malioboro (TM) 2 di depan kantor Paniradya Pati Kompleks Kepatihan, Kamis (14/12). Para pedagang mengeluhkan penurunan omzet dan minta dikembalikan ke selasar Malioboro.
Raja Keraton Jogja ini menjelaskan, pedagang mengetahui bahwa TM 2 saat ini masih bersifat sementara. Namun, proses pemindahan atau relokasi pedagang TM 2 baru akan dilakukan pada 2025.
Bahkan mereka dinilai turut berpartisipasi dalam desain yang dibuat Pemprov DIY untuk TM 2. Mereka juga berpartisipasi bagaimana membuat kawasan berjualan di tempat yang baru menjadi lebih bersih, rapi, tertata, dan nyaman. "Mereka kan tahu pengalaman yang ada di TM 1 atau TM2," ujarnya.
Soal penurunan omzet, HB X menilai sejatinya berdagang memang ada kondisi di mana up and down atau naik turun. Musim jualan dinilai ayah lima puteri ini ada untung dan rugi. Kondisi itu juga tergantung kemampuan daya beli masyarakat, apakah naik atau turun.
"Ya, maunya pedagang itu untung terus. Mosok maunya untung terus. Itu yang namanya dagang ya gitu, naik turun. Biasa, yang penting tidak bangkrut. Seninya berdagang kan itu, industri saja bisa begitu (rugi) kok, biasa aja bukan sesuatu yang istimewa," jelasnya.
Berkaitan para pedagang untuk kembali ke selasar Malioboro seperti dulu lagi, Ngarsa Dalem itu tegas tetap konsisiten akan merelokasi ke tempat yang baru. Seperti informasi sebelumnya, dua lahan disiapkan untuk menampung 1.041 pedagang TM 2 berada di belakang Ramayana dan bersebelahan dengan TM 1.
"Ya, tetap kita konsisten pindah sana. Tetap pindah, ndak ada alasan untuk bertahan. Tapi pindahnya masih tahun 2025," tambah HB X.
Sebelumnya, Ketua Koperasi Tri Dharma dan Paguyuban Arif Usman mengatakan, aksi para pedagang TM 2 untuk menuntut kesejahteraan di mana pasca relokasi dari selasar Malioboro ke TM 2, kesejahteraan mereka menurun jauh. Bahkan ada ketidakmerataan pendapatan. "Paling cuma 20 persen saja yang merasakan pendapatannya lumayan," katanya di sela aksi itu.
Penurunan omzet yang dirasakan akibat banyaknya pengunjung yang datang tapi pembeli tak bisa tersebar keseluruh lapak. Sehingga pendapatan yang diterima menurun drastis dibanding sebelum direlokasi. (wia/laz)
Editor : Satria Pradika