RADAR PURWOREJO - Komunitas layang-layang di Jogjakarta menerbangkan belasan layangan di area persawahan Padukuhan Ngaran, Margokaton, Seyegan, Sleman kemarin (14/1). Kegiatan bertajuk Fly A Kite for Gaza itu untuk memperingati Hari Layang-Layang Internasional dan wujud kepedulian terhadap warga Palestina.
Inisiator Fly A Kite for Gaza Padukuhan Ngaran Kasan Kurdi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap warga Palestina. Karena, kini mereka tengah menghadapi pembantaian massal atau genosida oleh zionis Israel.
Dia menjelaskan, bahwa dalam kegiatan tersebut diikuti belasan layang-layang dari beberapa komunitas layangan di Jogjakarta. Layang-layang yang diterbangkan pun memiliki tema khas Palestina. Berupa bendera negara tersebut yang dominan memiliki warna hitam, hijau, merah, dan putih.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat kemudian membicarakan tentang Palestina,” ujar Kasan kepada Radar Jogja.
Kasan menyebut, kegiatan itu juga untuk memperingati Hari Layang-Layang Internasional yang diperingati setiap 14 Januari. Sekaligus, mengingatkan kembali pada 2011 lalu, anak-anak Palestina memecahkan rekor dunia menerbangkan layang-layang terbanyak.
Kegiatan itu juga merupakan bentuk respons ajakan warga negara Palestina yang meminta masyarakat di seluruh dunia untuk menerbangkan layang-layang. Sebagai bentuk solidaritas terhadap peperangan yang kini terjadi di Gaza.
Dia mengakui, menerbangkan layang-layang bukan pada musim angin memang agak sulit. Sehingga para penerbang layang-layang pun sempat beberapa kali menaik-turunkan layangannya.
Meskipun sempat mengalami kendala, kegiatan itu tetap mendapat antusias positif dari masyarakat. Lantaran jumlah penonton festival layang-layang tersebut mencapai puluhan orang.
Kasan berharap, dengan kegiatan itu kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina semakin meningkat. Lantaran menurutnya, sampai saat ini masih sedikit masyarakat yang peduli terhadap apa yang terjadi oleh warga Palestina.
“Harapannya solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina bisa tergugah, karena kami melihat responsnya masih kurang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ngaran Kite Festival Aris Riyanto menyampaikan, beberapa waktu lalu pihaknya juga menggelar festival layang-layang. Kegiatannya dilaksanakan pada September 2023 dengan mengusung tema Akar Tumbuh Budaya Tangguh.
Dia berharap, Ngaran Kite Festival dapat menjadi wadah bagi para penggemar layang-layang untuk berkumpul dan berbagi minat mereka. Selain itu, mengajak generasi milenial untuk menggeluti bidang pertanian. Karena dia melihat bahwa generasi muda sekarang mulai jarang untuk turun ke sawah.
"Kami menggunakan media layangan ini untuk mengenalkan sawah. Dimulai dengan main-main ke sawah dulu, baru mereka akan mulai tertarik dengan tanaman padi dan tanaman lain," beber Aris. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova