RADAR PURWOREJO – Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul saat ini tengah merancang Detail Engineering Design (DED) Terminal Imogiri. Berada di Satuan Ruang Strategis (SRS), DED Terminal Imogiri akan dipadukan dengan nilai-nilai yang bersifat lokal.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo mengatakan, proses perancangan Terminal Imogiri akan mempertimbangkan aspek lokal yang ada. Hal itu karena terminal seluas dua hektare tersebut berada di SRS DIJ.
“Karena Imogiri itu lokus budaya, sehingga semua harus satu roh, satu nyawa dengan nilai-nilai filosofi dan budaya dengan kawasan Imogiri,” katanya kemarin (20/2).
Baca Juga: Ini Manfaat Membaca Salawat tiap Hari, dari Menghapus Dosa hingga Ikuti Jejak Para Malaikat
Nantinya, semua desain bangunan diarahkan agar disesuaikan dengan aturan yang berlaku. “Terkait penataan gedung yang memiliki nilai budaya,” sambungnya.
Tim Ahli Cagar Budaya Bantul, lanjutnya, telah mengarahkan agar desain bangunan yang ada di Terminal Imogiri disesuaikan dengan nilai budaya yang berlaku. Antara lain atap bangunan dan roster disesuaikan dengan aturan bentuk tata ruang. “Jadi tidak asal membangun karena di lingkungan budaya yang sangat kental,” jelasnya.
Toto menyebut, pengkajian penataan ini hanya bersifat review ulang. Tidak ada yang sifatnya mengubah total. Namun hanya menyesuaikan dengan kebijakan dan aturan terkait penataan yang memuat nilai budaya lokal. “Jadi nanti DED akan kami padukan dengan ketentuan lokal. DED kami agendakan di April tahun ini,” ujarnya.
Toto berharap agar pendanaan penataan terminal tersebut dapat difasilitasi dari Dana Keistimewaan (Danais). Hal itu lantaran Terminal Imogiri merupakan terminal tipe C. Namun karena masih proses penyusunan DED, Toto belum menyebutkan secara pasti alokasi anggaran yang diperlukan untuk penataan Terminal Imogiri. “Belum kami rinci soal detail anggarannya. Nanti kalau sudah final,” tandasnya. (tyo)
Editor : Sevtia Eka Nova