Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Stok Beras di Bantul Diklaim Cukup hingga Lebaran

Gregorius Bramantyo • Kamis, 7 Maret 2024 | 17:35 WIB

ANTUSIAS: Warga saat membeli produk beras asli Bantul dalam Gerakan Pangan Murah di Kompleks Pemda II Manding, Bantul kemarin (6/3).
ANTUSIAS: Warga saat membeli produk beras asli Bantul dalam Gerakan Pangan Murah di Kompleks Pemda II Manding, Bantul kemarin (6/3).


RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menjamin ketersediaan bahan pangan khususnya beras di pasaran. Stoknya pun diklaim mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, bahkan hingga Lebaran.

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan bersama tim pemantau inflasi daerah (TPID) Bantul ke sejumlah pasar tradisional, mayoritas pedagang memiliki stok beras yang cukup. Bahkan di distributor wilayah Bantul stoknya diklaim melimpah. Menurutnya, stok beras di Bantul saat ini ada sekitar 800 hingga 1.200 ton.

“Bantul masih memiliki stok beras memadai untuk keperluan cadangan pangan. Termasuk cadangan pangan yang lain-lain masih memadai di Bantul," kata Joko kemarin (6/3).

Dari hasil pemantauan ke pasar-pasar tradisional, Pemkab Bantul mendapati bahwa harga beras pada pekan ini sudah mengalami penurunan. Seperti beras kualitas premium dari sebelumnya Rp 17 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 16 ribu per kg. Sementara itu, harga beras medium yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 15 ribu per kg, saat ini turun menjadi Rp 14 ribu per kg.

"Penurunan harga beras ini dipicu salah satunya adalah hasil panen saat ini. Kepada para petani dari hasil panennya memang diupayakan untuk ada pemenuhan kebutuhan pangan kita," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo menyebut, stok bahan pokok di Bantul saat ini relatif masih aman, terutama untuk beras. Menurutnya, produksi beras lokal dari Bantul biasanya disimpan untuk stok kebutuhan pangan. Sebab, 97 persen petani di Bantul merupakan petani gurem yang menggarap lahan di bawah setengah hektare. Beberapa wilayah seperti Jetis dan Imogiri saat ini sudah mulai panen padi.

“Kami baru panen, jadi stok bertambah terus. Bulan Maret sampai April panen sekitar 4 ribu hektare. Itu kalau produksi rata-rata 8,8 ton,” jelasnya. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#BERAS #Pemkab Bantul #Stok Aman