Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Awal Ramadan, Harga dan Stok Gas Melon di Bantul Aman

Gregorius Bramantyo • Kamis, 14 Maret 2024 | 16:05 WIB

 

ANTRE GAS MELON: Warga mengantre untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau popular dengan sebutan gas melon. Aturan ketat bakal diberlakukan untuk pembelian gas melon agar tepat sasaran
ANTRE GAS MELON: Warga mengantre untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau popular dengan sebutan gas melon. Aturan ketat bakal diberlakukan untuk pembelian gas melon agar tepat sasaran

RADAR PURWOREJO – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan harga dan pasokan elpiji bersubsidi dalam tabung ukuran tiga kilogram di Bantul aman pada awal Ramadan. Ketersediaan gas elpiji saat ini cenderung stabil.

Sekretaris DKUKMPP Bantul Husin Bahri mengungkapkan, harga elpiji subsidi masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, elpiji bersubsidi saat ini tidak terjadi fluktuasi terkait stabilisasi harganya. ”Cenderung stabil, sama dengan harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah," ujarnya kemarin (13/3).

Harga elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram di pangkalan saat ini masih sesuai dengan HET. Begitu juga dengan tabung gas melon di tingkat pengecer wilayah Bantul. Masih stabil pada kisaran Rp 20 ribu per tabung. Husin menyebut, dari aspek ketersediaan elpiji secara umum, kuota untuk Bantul relatif aman.


Sejauh ini, disebutkan belum ada kebijakan penambahan pasokan elpiji bersubsidi dari pemerintah. Alasannya selain tidak ada lonjakan permintaan di masyarakat, juga tidak ada gejolak harga. Sementara untuk penambahan pasokan, nantinya akan ada kebijakan khusus.

 

Kebijakan semacam ini hanya dilakukan jika ada situasi peningkatan gejolak harga yang tinggi dengan ketersediaan yang rendah atau tidak mencukupi. “Tapi jika kondisinya stabil, maka hal itu tidak akan kita lakukan. Sehingga kita menyesuaikan dengan kuota atau alokasi yang sudah dirancang selama satu tahun ini,” ucap Husin.

Sedangkan kebijakan pembelian gas melon menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sampai saat ini masih dalam pendataan. Penerima subsidi elpiji tiga kilogram menyasar UMKM pada sektor pangan yang memanfaatkan gas melon tersebut. “Kemudian rumah tangga pra sejahtera dan para petani yang menggunakan pompa air berbahan bakar gas,” jelasnya.

Dari pendataan tersebut, penerima subsidi elpiji tiga kilogram di Bantul terdiri dari 8.742 UMKM, 210.660 Kartu Keluarga (KK), dan 1.628 petani sasaran. Sementara pada 2023, Pemkab Bantul menggelontorkan elpiji tiga kilogram hingga mencapai 35.620 metrik ton atau setara dengan 11.873.333 tabung. Kemudian rata-rata pengeluarannya sebanyak 2.900-3.400 metrik ton per bulan. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#gas melon #DKUKMPP Bantul