Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jelang Sahur, Delapan Remaja Hampir Bentrok Tawuran

Khairul Ma'arif • Kamis, 14 Maret 2024 | 17:00 WIB

 

BARANG BUKTI: Sebuah gir sepeda motor yang hendak digunakan untuk tawuran oleh remaja di Bantul.
BARANG BUKTI: Sebuah gir sepeda motor yang hendak digunakan untuk tawuran oleh remaja di Bantul.

RADAR PURWOREJO - Delapan remaja di Bantul diduga hendak melangsungkan aksi tawuran menjelang sahur. Namun bentrokan belum sampai terjadi, aksi tersebut berhasil dicegah kepolisian.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Jalan Tinom Prenggan Palbapang kemarin (13/3). Awalnya, hanya lima remaja yang diamankan Polsek Bambanglipuro. Setelah ditindaklanjuti, oleh Unit Reskrim Polsek Bantul betambah tiga remaja yang diamankan.

Para remaja itu berinisial BWD, 16, RPP, 16, MNR, 14, AS, 15, Ragil Yunianto, 20, RF, 15, TDA, 15, dan, AA, 15. Semuanya beralamat Bantul, hanya saja berbeda kecamatan saja. "Barang bukti yang diamankan satu sabuk warna kuning yang ditali dengan gir motor serta dua unit motor," ujar Jeffry.

Dari salah seorang yang diamankan, Ragil memaparkan awalnya bersama AS berbonceng menggunakan motor Honda Beat di Jalan Tinom. Keduanya bertemu dengan rombongan lain yang berteriak 'ayo-ayo'. Ragil dan AS berbalik mengejar rombongan tersebut. Akan tetapi AS terkena lemparan di bagian pipi sebelah kiri yang diduga dengan menggunakan batu.

Tidak terima dengan lemparan tersebut keduanya berusaha mengejar rombongan lain. "Dipukul salah satu rombongan menggunakan stik security mengenai tangan MNR sehingga BWD dan RP yang saat itu berbonceng tiga terjatuh," tutur Jeffry.

Menurut keterangan MNR, dia yang boncengan bertiga dengan BWD dan RP mendengar teriakan dari rombong sepeda motor yang berjumlah 20. Melihat itu, MNR, BWD, dan RP yang berboncengan tiga memutuskan berbalik arah dari selatan ke utara di Jalan Tinom.

Akan tetapi, mereka malah dikejar Ragil dan AS yang kemudian terkena pukulan. Membuat ketiganya terjatuh dari motor. Dari hasil tindak lanjutnya, diketahui kedua belah pihak akan melakukan perang sarung di Bulak Kintelan Sumbermulyo, Bambanglipuro.

Kedua belah pihak yang terlibat adalah rombongan Dodotan Sumbermulyo Bambanglipuro dengan Rombongan Serut Palbapang. Oleh karena itu, delapan yang diduga terlibat akan tawuran ini diamankan terlebih dahulu. "Sekarang masih dalam penanganan lebih lanjut Unit Reskrim Polsek Bantul. Direncanakan giat pembinaan terhadap delapan remaja yang diamankan beserta orang tuanya," ungkapnya.

Di waktu yang hampir bersamaan, tiga keonaran turut terjadi di Kapanewon Jetis, Kretek, dan Bantul. Setidaknya ada lima orang yang diamankan dari dua gangguan Kamtibmas tersebut. Dua orang diamankan di Jetis, dua di Kretek, dan satu sisanya di Bantul. Sejumlah barang bukti diamankan dari kelimanya, bahkan ada senjata tajam (sajam) celurit.

Di Jetis dua orang yang diamankan masih berstatus anak di bawah umur. Yakni berinisial MR, 18, dan DW, 17, yang keduanya juga merupakan warga Jetis, Bantul. Peristiwa itu bermula, ketika dua orang saksi sedang bermain game online di Dusun Turi, Sumberagung, Jetis, Bantul. "Tiba-tiba melintas rombongan dari arah barat berjumlah delapan orang dengan menggunakan empat sepeda motor," tuturnya.

Rombongan tersebut membleyer kendaraan dan membunyikan klakson sambil memutar-mutarkan gesper. Lantas saksi bersama temannya mengejar rombongan tersebut ke arah timur. Salah seorang dari rombongan tersebut ada turun dari sepeda motor dengan menantang saksi-saksi.

Namun, aksi gagah-gahan delapan orang itu tidak berlangsung lama. Delapan orang tersebut berlari ke arah timur dan dua di antaranya diamankan warga. "Pada saat diamankan kedua anak tersebut tidak membawa senjata tajam serta tidak berbau alkohol," ucap Jeffry.

Terhadap keduanya diberikan pembinaan dan wajib apel di Polsek Jetis seminggu dua kali setiap Senin dan Kamis. Selain itu, teman-teman dari MR dan DW juga dalam pencarian polisi. Orang tua kedua anak tersebut turut dihubungi.

Sementara kejadian di Kapanewon Kretek, dua orang yang diamankan inisial HAF dan APP masing-masing berusia 16 tahun. Keduanya diduga melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain. Sebab dari keduanya didapati barang bukti kain sarung yang ujungnya diikat kunci gembok dan batu.

Sementara itu, orang sisanya yang buat keonaran di Kecamatan Bantul kedapatan membawa sajam celurit. Remaja itu inisial GAS, 18, warga Ringinharjo, Bantul. Sebelumnya GAS sudah diikuti warga dari daerah Banguntapan.

Setibanya di dekat Alun-Alun Paseban, dia membuang celuritnya itu di jalan. GAS sudah dimintai keterangan dan statusnya ditingkatkan menjadi tersangka. Itu lantaran diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. GAS sebenarnya bersama tiga teman lainnya yakni inisial BA, 18, YP, 18, dan AY, 18. Tetapi, saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Michael Risakotta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain petasan ataupun perang sarung saat Ramadan. Hal ini pun dibutuhkan peran orang tua dalam menjaga putra-putrinya untuk tidak menjadi pelaku maupun korban kejahatan.

“Serta sekolah pun juga ikut berperan dalam pengawasan peserta didiknya,” ucapnya.

Michael menegaskan, akan terus mengintensifkan patroli selama bulan Ramadan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas. Tujuannya adalah untuk menjaga Bantul tetap aman dan kondusif. “Tim ini juga akan berpatroli mengantisipasi perang sarung yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Bantul saat bulan puasa serta mencegah jatuhnya korban jiwa,” bebernya. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#Polres Bantul #tawuran #gagal