Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Disdikpora Bantul Imbau Sekolah dan Ortu Awasi Kegiatan Siswa Selama Ramadan

Gregorius Bramantyo • Rabu, 20 Maret 2024 | 17:10 WIB

 

 

Photo
Photo

RADAR PURWOREJO  - Insiden kenakalan remaja kembali marak terjadi di awal bulan Ramadhan. Peristiwa klithih dan aktivitas bermain petasan mulai muncul di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul meminta sekolah dan orang tua (ortu) untuk mengawasi kegiatan siswa selama Ramadhan. Hal itu untuk mencegah munculnya kenakalan remaja.

 

Imbauan itu juga sudah kami sampaikan melalui surat resmi, tegas Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto kemarin (19/3).

Selain itu, Disdikpora Bantul juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Bantul melalui Asisten Sekda 1 untuk menciptakan kesejahteraan di masyarakat. Imbauan kepada masyarakat ini dilakukan di berbagai kesempatan oleh Pemkab Bantul kepada para pemangku wilayah di tingkat kapanewon maupun kalurahan. “Walaupun kewenangan utama kami ada di sekolah, tetapi kami harus tetap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua maupun pemangku wilayah dalam rangka pelatihan dan pengawasan,” kata Nugroho.

Dia menuturkan, dinasnya sendiri memang belum melakukan terkait penyebab maraknya kejadian kenakalan remaja. Hanya saja, dia curiga bahwa pengawasan orang tua atau wali dan pengawasan lingkungan perlu ditingkatkan. “Dari sisi Disdikpora, kami juga perlu meningkatkan pelatihan kepada para siswa dan meningkatkan komunikasi dengan orang tua atau wali siswa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap mantan kepala Dinas Kebudayaan Bantul ini.

Sementara itu, Polres Bantul mencatat ada beberapa kasus yang melibatkan remaja di masyarakat. Seperti perang sarung dan petasan. Pada pekan pertama Ramadhan, ada empat kejadian yang terjadi pada remaja. Dua kejadian ada di Kapanewon Bantul sementara dua sisanya ada di Kretek dan Jetis. Dari empat kejadian tersebut, total 10 remaja diamankan petugas. Kasusnya pun beragam. Ada yang hendak tawuran, perang sarung dan perkemahan.

Selain itu, Polres bantul juga telah mengamankan dua remaja yang kedap air membawa petasan ukuran jumbo di Sewon pada Minggu (17/3). Beruntungnya, petasan itu belum sempat diledakkan. “Petasan besar warna merah dengan diameter 16 sentimeter dan panjang 64 sentimeter,” kata Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry.


Jeffry juga meminta kepada para pelajar dan remaja untuk bisa mengisi Ramadhan dengan kegiatan positif. “Fenomena baru tahun ini, remaja putra-putri membangunkan sahur dengan berkendara mobil atau motor. Tentunya ini bisa membahayakan diri sendiri,” sebutnya. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Disdikpora Bantul #Ramadan