RADAR PURWOREJO - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul berencana mengganti beberapa lampu penerangan jalan umum (LPJU) konvensional. Ada 30 titik LPJU yang lampunya akan diganti menjadi LED menjelang Lebaran.
Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi menyampaikan, puluhan LPJU itu tersebar di sejumlah titik. Seperti di Kota Bantul, mulai dari simpang tiga Ring Road Nogosari ke arah barat menuju Rumah Dinas Bupati Bantul. Kemudian ke arah perempatan Gose hingga Kompleks Parasamya. Kemudian, penggantian juga dilakukan pada 150 titik LPJU di ruas Jalan Parangtritis dari perempatan Druwo hingga perempatan Bakulan.
"InsyaAllah nanti terang benderang saat malam Lebaran," ujarnya saat ditemui di ruangannya kemarin (19/3).
Dia menilai, penggunaan LPJU dengan LED lebih hemat listrik, ramah lingkungan, dan jauh lebih terang dibandingkan dengan yang konvensional. "Dari konsumsi listriknya itu hemat listrik hampir 50 persen, biaya beban listrik akan hemat. Tapi nanti bertahap sesuai dengan anggaran yang ada,” ucap Singgih.
Saat ini masih ada sekitar empat ribu hingga lima ribu LPJU konvensional yang terpasang di Bantul. Di ruas jalan protokol Bantul pun masih ditemukan lampu konvensional yang telah dipasang sebelum 2011.
Singgih menuturkan, untuk pengadaan lampu LED membutuhkan anggaran Rp 6,5 juta per unit untuk ukuran 90 watt. Sementara Rp 4,5 juta per unit untuk ukuran 60 watt. "Untuk jalan desa pakai yang 60 watt, untuk jalan provinsi dan kabupaten pakai yang 90 watt," katanya.
Selain itu, menurut Singgih, beberapa ruas jalan lainnya yang dinilai masih memerlukan tambahan LPJU antara lain di Jalan Samas ke arah utara, sekitar Pundong, dan Jalur Cinomati. Untuk Jalur Cinomati, akan ada penambahan enam unit LPJU tenaga surya dari Kementerian Perhubungan yang akan dipasang di bulan ini. "Kemarin kami mengajukan 15 unit, yang di-acc enam unit, nanti kami lengkapi secara bertahap," ungkapnya.
Kemudian, Dishub Bantul juga telah menyampaikan masukan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III DIJ untuk pengadaan LPJU di beberapa ruas jalan nasional. Antara lain di Ring Road selatan dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Ada sejumlah laporan dan aduan dari masyarakat terkait LPJU di Ring Road Selatan yang menyala kurang terang bahkan mati. “Sudah kami sampaikan ke BPTD Jogja. Mereka secara bertahap sudah ada perbaikan tapi memang belum menyeluruh. Ada beberapa spot yang masih blank spot dan gelap," katanya.
Singgih mengatakan, ruas JJLS sendiri masih membutuhkan sekitar 500 unit LPJU. Mulai dari Srandakan ke timur hingga simpang empat Jalan Parangtritis arah Kelok 23. Sementara saat ini di JJLS hanya terpasang kurang dari 100 unit LPJU.
"Sudah kami hitung, kalau mereka (Kementerian Perhubungan, Red) memberikan bantuan keuangan ke Pemda Bantul nanti kami yang mengadakan," jelas Singgih.
Dia mengakui, dalam beberapa hari belakangan ada beberapa unit LPJU yang rusak karena cuaca ekstrem. Beberapa kerusakan di antaranya lampu korslet karena terkena air hujan dan tiang yang roboh tertimpa pohon. Setiap hari, Dishub Bantul mampu memperbaiki sekitar 20 unit LPJU.
"Kalau kerusakan LPJU tidak parah akan langsung kami perbaiki, kalau sampai patah itu perlu waktu, karena kami tidak punya persediaan tiang yang langsung bisa dipasang," ujarnya.
Sementara untuk pemeliharaan sebanyak 12.500 LPJU di 2024, dialokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar dari kebutuhan Rp 3,5 miliar per tahun. Anggaran tersebut untuk pengadaan suku cadang, tiang, kabel dan beberapa material pendukung lainnya. Namun anggaran pemeliharaan per tahun masih jauh dari kebutuhan. Maka dalam pemeliharaan, jawatannya memprioritaskan untuk lampu penerangan di jalan utama dan jalan protokol. “Untuk perbaikan yang jalan lain kalau tidak harus mengganti lampu kami lakukan perbaikan sederhana," ungkapnya. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova