Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pembangunan Jembatan Pandansimo Terkencala Cuaca Ekstrem

Gregorius Bramantyo • Kamis, 28 Maret 2024 | 17:05 WIB

 

TAHAN GEMPA: Pekerja melakukan proses penyelesaian pembuatan tiang penyangga Jembatan Pandansimo di Ngentak, Srandakan, Bantul, Kamis (14/3).
TAHAN GEMPA: Pekerja melakukan proses penyelesaian pembuatan tiang penyangga Jembatan Pandansimo di Ngentak, Srandakan, Bantul, Kamis (14/3).

RADAR PURWOREJO – Pekerjaan konstruksi rangkaian Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di DIJ terus digarap. Saat ini, pekerjaan konstruksi di ruas JJLS yang masih belum terhubung terus dikebut. Yakni di Jembatan Pandansimo dan JJLS Kelok 23.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIJ Setiawan Wibowo mengaku, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan dinilai menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi Jembatan Pandansimo. "Hambatan dan kendala yang dihadapi di lapangan sampai dengan saat ini hanya karena faktor cuaca, hujan, dan angin kencang," ujarnya kemarin (27/3).

Menurut Setiawan, hujan dan angin kencang yang terjadi di sekitar Pantai Baru menyebabkan air pasang. Sehingga lokasi pekerjaan konstruksi tersebut tergenang air pasang. "Untuk antisipasi air pasang, kami membuat tanggul sementara. Sehingga mampu menghalangi air pasang masuk ke lokasi pekerjaan," jelasnya.

Meski begitu, saat ini pekerjaan konstruksi Jembatan Pandansimo telah mencapai 21,5 persen. Dengan progres konstruksi tersebut saat ini Jembatan Pandansimo tengah merampungkan beberapa pekerjaan konstruksi. Berupa pemasangan pondasi bored pile, struktur kolom slab on pile, abutment, dan timbunan.

Jembatan Pandansimo akan dibangun sepanjang 1.900 meter di atas Sungai Progo dan akan menghubungkan Kapanewon Srandakan, Bantul dengan Kapanewon Galur, Kulon Progo. Konstruksi jembatan tersebut akan dibangun dengan jalan pendekatan 625 meter dan jembatan utama sepanjang 675 meter.

Pembangunan jembatan ini juga menggunakan dua struktur. Yaitu slab on pile dan corrugated steel structure atau struktur baja bergelombang. “Sehingga, struktur tersebut akan mampu membuat Jembatan Pandansimo tahan terhadap gempa bumi,” ucap Setiawan.

Konstruksi jembatan dirancang empat jalur dua arah. Setiap jalur lintasannya selebar 3,5 meter. Di sisi kanan dan kiri dari setiap arah akan ada jalur pedestrian atau pejalan kaki. “Jembatan Pandansimo dapat menahan beban kendaraan hingga 8,16 ton,” ungkap Setiawan.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN DIJ Ridwan Subarkah menyampaikan, ada perubahan penyebutan untuk Jalan Baru Kretek-Girijati. Sebelumnya, ruas jalan tersebut disebut dengan JJLS Kelok 18. Namun belakangan saat proyek tersebut mulai dikerjakan, penamaannya berubah menjadi JJLS Kelok 23.

Subarkah menyebut perubahan penamaan tersebut berasal dari Pemda DIJ. Ia pun mengaku tidak tahu lebih jauh mengenai alasan perubahan penamaan ruas jalan tersebut. "Di kami penamaannya ruas Kretek-Girijati bagian dari JJLS," katanya.

Ia menuturkan, pekerjaan konstruksi JJLS Kelok 23 saat ini telah mencapai 20 persen. Pekerjaan konstruksi yang telah digarap berupa pembukaan jalan sekitar lima kilometer dari total panjang jalan 5,64 kilometer. “Sisanya masih belum dikerjakan karena masih digunakan lalu lintas pengguna jalan,” ungkapnya. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Bantul #jembatan pandansimo