Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ada di Atas TKD, Gedung Perpusda Bantul Dipindah

Gregorius Bramantyo • Kamis, 28 Maret 2024 | 19:30 WIB
DIMULAI: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama sejumlah pejabat terkait saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Umum
DIMULAI: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama sejumlah pejabat terkait saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Umum

RADAR PURWOREJO – Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul akan berpindah. Ke lahan bekas kantor Satpol PP Bantul yang berada di Jalan Gajah Mada, Bantul. Proses pembangunan gedung pun direncanakan hingga November mendatang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, gedung Perpusda yang saat ini masih beroperasi berdiri di atas tanah kas desa (TKD). Sehingga bangunannya tidak dapat dipoles dengan dana apapun.

Sedangkan pembangunan gedung baru saat ini, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sebesar Rp 10 miliar. Jika masih di atas TKD, anggaran tersebut tidak bisa digunakan. Selain itu, aturan dari Perpusnas sendiri mengisyaratkan agar gedung perpustakaan menggunakan tanah dari pemerintah daerah.

“Kami mendapatkan tanah lokasi baru ini, kebetulan dulunya kantor Satpol PP yang sekarang sudah pindah ke Manding, lalu kami pakai,” ujar Krisna usai menghadiri Ground Breaking Ceremony Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul kemarin (27/3).

Dia menjelaskan, gedung Perpusda anyar seluas 2.300 meter persegi itu akan berkonsep tiga lantai. Untuk lantai satu akan digunakan sebagai tempat membaca anak-anak, difabel dan kantin. Di lantai dua akan digunakan sebagai kantor perpustakaan dan dipakai untuk penyimpanan buku-buku naskah kuno. Termasuk ada studio mini untuk penunjang kegiatan belajar anak. “Di lantai tiga untuk tempat membaca bagi masyarakat umum, termasuk di rooftop ada coffee shop,” jelasnya.

Krisna sendiri mengaku belum mengetahui rencana Pemkab Bantul terkait penggunaan gedung Perpusda lama usai nantinya berpindah. Dia juga tidak menampik bahwa gedung Perpusda saat ini akan digunakan sebagai kantor salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bantul. Meski begitu, Sukrisna mengaku tidak mengetahui mengenai rencana penggunaan gedung perpustakaan lama tersebut. “Yang gedung lama nanti posisinya kami tidak tahu kebijakan Pak Bupati akan dipakai untuk apa,” ungkapnya.

 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, pembangunan gedung Perpusda baru ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi dan minat baca buku masyarakat Bantul. Oleh karena itu, Pemkab memfasilitasinya dengan membangun gedung perpustakan yang mudah diakses. “Berada di pusat kota yang siapapun sering melewatinya. Perpustakaan ini akan dilengkapi dengan sarana prasarana dan fasilitas yang memadai,” katanya.

Dia mengatakan, konsep bangunan Perpusda dibuat secara modern dengan akses buku yang banyak. Tidak hanya itu, gedung perpustakaan baru itu juga akan dibangun dengan konsep yang nyaman. Gedung Perpusda anyar juga berdiri dengan dikelilingi oleh kantor-kantor pemerintahan. Seperti kantor DPRD Bantul, Polres Bantul, kantor Bupati Bantul, beberapa sekolah dan badan-badan usaha ekonomi.

“Ditempatkannya perpustakaan di pusat dan jantung kota Bantul merupakan simbol bahwa kami ingin mengembalikan ilmu pengetahuan sebagai basis pengembangan kemajuan dan basis kehidupan sosial. Agar kehidupan di masa depan menjadi lebih baik,” tandas Halim. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Bantul #perpusda #pindah