RADAR PURWOREJO – Peningkatan jumlah penumpang di Terminal Jombor diprediksi akan terus terjadi hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Puncak arus mudik Lebaran terminal tipe B ini pun diprediksi mulai 5 April (H-5).
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIJ Agnes Dhiany Indria Sari mengatakan, mayoritas penumpang yang memadati Terminal Jombor akan menuju wilayah Sumatera. “Sampai saat ini belum terlihat peningkatannya,” ucapnya kemarin (2/4).
Dishub DIJ mencatat, jumlah keberangkatan penumpang di Terminal Jombor mencapai 2.405 orang kemarin (2/4). Jumlah itu diprediksi terus meningkat hingga mendekati hari Lebaran nantinya.
Sementara untuk arus balik, sambung Agnes, diprediksi berlangsung selama tiga hari. Mulai dari tanggal 14-16 April. Dengan keberangkatan bus dari wilayah Jogjakarta menuju ke Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
Agnes mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi melonjaknya penumpang di libur Lebaran tahun ini. Di antaranya dengan pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) untuk ruang laktasi, ruang istirahat sopir, ruang bermain anak, serta ruang kesehatan.
Kemudian juga dilakukan peningkatan keamanan melalui penambahan personel yang bertugas pada jam-jam layanan. Selain itu, pengelola terminal juga telah menyediakan lokasi parkir bagi penumpang maupun bus yang akan masuk ke Terminal Jombor.
“Kami juga bekerja sama dengan puskesmas setempat apabila ada kejadian yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” ungkap Agnes.
Terpisah, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, bahwa jumlah pemudik yang akan masuk ke DIJ diprediksi mencapai 11,7 juta orang. Dari jumlah tersebut ada kemungkinan sebanyak 4 juta orang bakal masuk ke Kabupaten Sleman.
Danang menyampaikan, bahwa mayoritas pemudik nantinya juga akan lebih banyak menggunakan moda transportasi darat. Seperti kereta api sebesar 20,3 persen, lalu bus sebesar 19,4 persen, kendaraan pribadi berupa mobil sebanyak 18,3 persen, dan sepeda motor sebanyak 16,7 persen.
Oleh karena itu, dia berharap, agar pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan kepolisian bisa melakukan berbagai persiapan. Khususnya dalam upaya mengurai kepadatan kendaraan pada titik-titik rawan macet. Termasuk pada ruas jalan menuju destinasi wisata.
“Menghadapi lebaran ini harus disiapkan upaya antisipasi pada jalan-jalan yang akan dilalui pemudik, ucap Danang. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova