Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Waktu Pengosongan Delapan Depo Kota Jogja Diperpanjang

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 8 April 2024 | 19:15 WIB
MENUMPUK: Pengguna jalan melintas di depan depo sampah barat Stadion Mandala Krida yang kondisinya sudah penuh (21/2). Untuk mengurangi sampah dalam menyambut pemudik, delapan depo sampah akan dikoson
MENUMPUK: Pengguna jalan melintas di depan depo sampah barat Stadion Mandala Krida yang kondisinya sudah penuh (21/2). Untuk mengurangi sampah dalam menyambut pemudik, delapan depo sampah akan dikoson

RADAR PURWOREJO - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIJ memperpanjang waktu pengosongan delapan depo di Kota Jogja hingga 15 April. Sebelumnya, jadwal pengosongan dilakukan hingga 3 April dengan kuota 150 ton.

Kepala DLHK DIJ Kusno Wibowo mengatakan, skenario pengosongan baru nantinya hingga 1.000 ton. Pengosongan dilakukan dalam dua tahap yakni sebelum Idul Fitri sampai 9 April dengan kuota tambahan 500 ton. Dan tahap kedua dilakukan 12- 15 April dengan kuota 500 ton.

"Sampai tanggal 9 (April, Red) masih ada layanan di TPST Piyungannya. Libur layanan tanggal 10-11," jelasnya kemarin (7/4).

Dalam upaya pengosongan ini, Kusno menyebut Kota Jogja mengerahkan 30-35 armada pengangkut sampah. Dari delapan depo yang ada, kendala masing-masing depo berbeda. Seperti di depo Stadion Mandala Krida yang perlu ekstra petugas karena memiliki kapasitas paling besar.

Kemudian depo Katamso, kendala terjadi karena adanya lalu lintas kendaraan yang cukup ramai menghambat kendaraan pengangkut sampah yang hendak keluar masuk. "Ini yang mungkin untuk ada prioritas termasuk di Pengok pinggir jalan. Mungkin yang prioritas, tiga itu dari 8 depo," ucapnya.

Ditegaskan, 1.000 ton sampah tersebut, di luar dari kuota reguler Kota Jogja. Tidak hanya pemkot yang meminta kuota tambahan untuk pembuangan sampah di TPST Piyungan pasca-Lebaran. Namun juga Kabupaten Sleman dan Bantul. “Kemarin suratnya Sleman 104 ton, untuk Bantul 88 ton. Dan ini kita sepakati nanti paska lebaran," ungkapnya. (wia/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#DLH DIJ #Sampah Jogja