Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dokumen Enam Bus Pariwisata Tidak Lengkap, Dishub Bantul Hanya Lakukan Pembinaan

Gregorius Bramantyo • Rabu, 17 April 2024 | 19:05 WIB

 

BERKALA: Petugas Dinas Perhubungan Bantul bersama instansi terkait saat melakukan ramp check di kawasan Parangtritis, Minggu (14/4).
BERKALA: Petugas Dinas Perhubungan Bantul bersama instansi terkait saat melakukan ramp check di kawasan Parangtritis, Minggu (14/4).

RADAR PURWOREJO - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas (ramp check) di kawasan Parangtritis dan Terminal Imogiri pada Minggu (14/4). Pengujian kendaraan tersebut dilakukan untuk memastikan bus pariwisata dalam kondisi layak jalan.

Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bantul Wahyu Tri Wicaksono menyampaikan, ada 11 kendaraan yang diperiksa kelayakannya. Dari jumlah tersebut, ada lima kendaraan yang tidak memiliki Kartu Pengawas (KP). Lalu ada satu kendaraan yang tidak mengantongi kartu uji KIR. Sementara kendaraan lainnya berkas administrasinya lengkap.

Wahyu mengatakan, berdasarkan kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tidak ada penindakan terhadap kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan selama momen lebaran. Armada yang tidak sesuai ketentuan hanya diberikan arahan untuk menyesuaikan armadanya agar sesuai ketentuan.

"Memang ada beberapa armada yang tidak sesuai persyaratan. Kami lakukan pembinaan, salah satunya mereka diminta membuat surat pernyataan kesanggupan mengurus ketentuannya," katanya kemarin (16/4).

Kemudian menurut Wahyu, armada yang tidak sesuai ketentuan akan dilaporkan ke Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub. Kemudian Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub akan menyampaikan ke Perusahaan Oto (PO) Bus terkait untuk ditindaklanjuti. Wahyu menyampaikan, ramp check digelar untuk memastikan kendaraan yang beroperasi selama Lebaran 2024 layak jalan. “Sehingga dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Sementara Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan, jumlah kecelakaan pada Lebaran kali ini lebih rendah daripada momen Idul Fitri 2023. Tahun ini ada 66 kejadian kecelakaan. Satu korban meninggal dunia dan 74 korban luka ringan. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 27,4 juta.

“Sedangkan pada Lebaran 2023, kecelakaan lalu lintas mencapai 81 kejadian. Dengan korban meninggal dunia mencapai 10 orang,” ungkapnya.

Dishub Bantul mencatat selama libur Lebaran 2024, ada sekitar 750 ribu kendaraan yang keluar dan masuk wilayah Kabupaten Bantul. Kendaraan yang keluar dan masuk wilayah Bantul tersebut paling banyak berasal dari Jakarta dan Jawa Barat.

 

Sebelumnya, Pemkab Bantul memperkirakan akan ada sekitar 3,5 juta orang yang masuk Bantul selama libur Lebaran 2024. Namun dalam realisasinya, prediksi tersebut meleset. “Maka dari itu, arus lalu lintas di Bantul, baik di jalan umum atau yang menuju tempat wisata tidak terlalu padat,” ujar Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#ramp check #Dishub Bantul