Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dua Pekan, Lahan Padi di Bantul Diserang Hama Wereng

Gregorius Bramantyo • Senin, 22 April 2024 | 15:30 WIB

 

INI LHO: Petani menunjukkan tanaman padi yang terserang hama wereng di Tamantirto, Kasihan, Bantul kemarin (21/4).
INI LHO: Petani menunjukkan tanaman padi yang terserang hama wereng di Tamantirto, Kasihan, Bantul kemarin (21/4).

 

RADAR PURWOREJO  - Beberapa lahan pertanian padi milik petani di Kasihan, Bantul mengalami serangan hama wereng dalam dua minggu terakhir. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengklaim telah melakukan penyemprotan untuk mengantisipasi penyebarannya.

Salah satu petani di Tamantirto, Kasihan, Sardjono mengaku, saat ini ada tiga ribu meter persegi tanaman padi di kelompok petani yang terserang wereng. Gejala hama wereng mulai terlihat dengan perubahan warna butiran padi dari hijau atau kuning keemasan menjadi kecoklatan. Selain itu, butiran padi tersebut bagian dalamnya menjadi hampa dan remuk jika disentuh.

Dia mengaku khawatir, serangan hama wereng akan menyebar ke lahan pertanian di sekitarnya. Lantaran penyebaran hama cukup cepat.

Menurutnya, saat ini aduan terkait hama wereng tersebut sudah disampaikan ke Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. “Kami masih menunggu proses dari PPL dan POPT untuk menghindari penyebaran serangan hama wereng,” kata Sardjono.

Sementara petani lainnya di Tamantirto, Kasihan, Bini Yatim Suharso mengaku, beberapa padi yang siap panen di kelompok taninya terserang hama wereng. Dia menuturkan, hama wereng menyerang bagian pangkal tanaman padi. Sehingga apabila padi telah terinfeksi, batang padi akan mudah patah.

“Ini (hama wereng, Red) kalau tidak ditanggulangi akan merajalela, semua tanaman padi bisa terserang,” sebutnya.

Bini mengaku telah memotong dan membakar beberapa padi yang telah terinfeksi wereng. Meski begitu, menurutnya hama wereng masih tetap ada. Kondisi ini pun telah dilaporkan ke PPL setempat. “PPL akan menyemprot hari Senin (22/4),” ujarnya.

Terpisah, Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengaku, laporan serangan hama wereng di beberapa lokasi telah diterimanya. Menurutnya, serangan tersebut telah terjadi sekitar seminggu sebelum Lebaran.

Pihaknya mengaku telah meluangkan waktu untuk menyemprot insektisida untuk mencegah penyebaran wereng. DKPP Bantul rutin melakukan gerakan pengendalian (gerdal) untuk mencegah pertumbuhan serangan hama wereng. Gerdal sudah berjalan selama dua minggu.

“Kami melakukan observasi di lapangan ke titik-titik yang ada serangan wereng. Setelah diamati ada serangan, lalu langsung melakukan gerdal,” katanya.

Selain itu, DKPP Bantul juga memiliki drone untuk menyiram obat insektisida. Sehingga jika luas lahan begitu besar dan terlalu lama jika dilakukan secara manual, maka DKPP menggunakan drone . “Kami bergerak cepat, jangan sampai mundur-mundur dan sampai terjadi puso,” ujarnya.

 

Joko menjelaskan, serangan hama wereng yang terus menerus membuat tanaman menjadi puso. Hingga akhirnya tidak berbuah dan mengalami kematian. Hama wereng menyerang batang tanaman yang mengakibatkan tanaman padi kering.

“Perkembangan hama wereng cepat sekali, maka pengawasan di lapangan benar-benar cermat. Kami tidak perlu menunggu serangan banyak, langsung mengambil tindakan begitu ada serangan,” jelasnya.

Joko mengatakan, pada tahun lalu dia tidak menemukan adanya serangan hama wereng di Bantul. Joko mengklaim serangan hama wereng sampai saat ini tidak begitu parah. Meski memang ada beberapa titik yang terdapat serangan hama wereng.

Dia menyebut, berpikir telah melakukan penyemprotan dan tanaman bisa kembali bertumbuh dengan bagus. “Sampai sekarang juga ada pengubinan di Pleret, produksinya bagus tidak ada masalah,” katanya.

Meski serangan wereng telah menyebar ke berbagai kapanewon di Bantul, Joko masih yakin produksi gabah pada masa tanam pertama tahun ini akan tetap tinggi. Dia menilai, tidak ada potensi gagal panen. Lantaran penanganan serangan wereng dinilai sudah masif. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Petani Bantul #DKPP Bantul #hama wereng