Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Terdampak Tol, Belum Ada Pengukuran di Kaligintung, Temon

Anom Bagaskoro • Kamis, 25 April 2024 | 16:00 WIB

 

INI LHO: Patok penanda lahan yang akan terdampak pembangunan tol di SDN Kebonrejo, Temon.
INI LHO: Patok penanda lahan yang akan terdampak pembangunan tol di SDN Kebonrejo, Temon.

RADAR PURWOREJO – Masyarakat di Kaligintung, Temon tak kunjung mendapat informasi terkait kapan pengukuran tanah yang terdampak tol. Padahal, kalurahan lain yang terdampak akan dilakukan pengukuran pada Mei mendatang.

 

"Sampai detik ini, kami belum mendapatkan informasi terkait pengukuran dan pendataan kembali," ucap Lurah Kaligintung Muh Kholis Fuad kemarin (24/4).

 

Bahkan, banyak masyarakat yang mempertanyakan akan adanya perubahan desain tol. Namun, pihak kalurahan tidak bisa berbuat banyak. Karena tidak tahu akan hal itu. “Di sosmed ramai dengan informasi perubahan desain tol," ucapnya.

 

Fuad berharap akan adanya transparansi informasi terkait kebenaran perubahan desain tol. Terutama di wilayahnya yang sudah terdapat patok. Hal ini berkaitan dengan keluhan masyarakat yang memang menunggu informasi keberlanjutan pembangunan. "Berangkatnya bareng, belok juga bareng," lontar Fuad.

 

Di Kalurahan Kaligintung, lanjutnya, terdapat sekitar 168 bidang tanah yang telah dilewati patok. Dan terdapat 55 KK yang menunggu keberlanjutan pembangunan tol. Mayoritas yang dilewati jalan tol merupakan tanah pekarangan dan rumah warga.

 

Sementara itu, Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku, terdapat penyesuaian penlok untuk tol. Area yang disesuaikan yaitu di sebagian Kapanewon Wates dan Temon.

 

"Penyesuaian belum bisa disosialisasikan karena desainya belum tetap," ucap Ni Made.

 

Ni Made menjelaskan, terdapat beberapa pertimbangan mengenai penyesuaian penlok. Di antaranya, pertimbangan kebermanfaatan tol bagi masyarakat sekitar. Yang mana adanya tol diharapkan mampu memberikan manfaat bagi warga, baik ekonomi maupun investasi.

 

Menurutnya, penyesuaian penlok menunjukan bahwa pemprov telah mempertimbangkan usulan. Berkaitan dengan strategi pengangkatan potensi lokal di daerah sekitar tol yang nantinya akan dibangun.

 

Tak hanya itu, pertimbangan anggaran untuk pembangunan menjadi hal yang mendasar dalam penyesuaian. Sebab apabila jalan tol di bangun dari sisi timur ke barat, membutuhkan anggaran cukup banyak. Ketimbang dari utara ke selatan.

 

Kepala Kantor Pertanahan Kulon Progo Anna Prihaniawati turut membenarkan adanya penundaan pengukuran. Hal ini dikarenakan tak adanya penugasan dari provinsi untuk melakukan pengukuran di area Kapanewon Temon. "Kami tidak tahu kepastiannya, karena memang penlok belum keluar," ucapnya.

 

Anna menjelaskan, penlok tersebut terletak di sebagian Kapanewon Wates dan Temon. Dia sendiri tak mengetahui alasan ditundanya pengukuran di wilayah tersebut. Anna hanya ditugaskan untuk mengukur di area penlok yang ditentukan. (cr7/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#penlok #Tol Jogja - Kulon Progo