RADAR PURWOREJO - Kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Indonesia U-23 vs Uzbekistan U-23 di Lapangan Denggung menghasilkan sampah cukup banyak. Instansi terkait bahkan menyebut sampahnya mencapai satu truk.
Kepala UPTD Pengelolaan Stadion Maguwoharjo Sumali mengatakan, dalam mengatasi sampah di Lapangan Denggung pihaknya mengerahkan 15 petugas kebersihan. Para petugas kebersihan diketahui sudah menyapu dan mengumpulkan sampah di kawasan Lapangan Denggung sejak pagi hari.
Dia menyebut, bahwa dari kegiatan nobar skuad garuda muda di ruang publik milik Pemkab Sleman itu menghasilkan timbunan sampah hingga satu dump truk. Adapun satu dump truk sendiri, kemungkinan bisa mengangkut kurang lebih sekitar lima ton sampah. “Tadi saya pantau (sampah, Red) satu truk,” ujar Sumali kemarin (30/4).
Sebagaimana diketahui, acara nobar timnas Indonesia memang dilaksanakan di Lapangan Denggung pada Senin (29/4) malam. Kegiatan tersebut cukup menarik antusiasme masyarakat. Bahkan kemungkinan dihadiri hingga ribuan orang.
Sayangnya, antusiasme tersebut tidak dibarengi dengan kesadaran para penonton untuk menjaga kebersihan. Sehingga dampaknya sampah berupa bungkus makanan dan minuman pun berserakan saat pagi hari.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Junaidi menyatakan, permasalahan itu bukan kewenangan pihaknya. Dia menyatakan, kalau pengelolaan Lapangan Denggung termasuk kebersihannya merupakan ranah dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Stadion Maguwoharjo. “Bukan kewenangan saya, itu tugas UPT,” ucap Junaidi. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova