RADAR PURWOREJO - Petahana Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (KSP) masih belum memutuskan untuk maju kembali di Pilkada 2024. Wanita kelahiran Jepara, Jawa Tengah itu masih pikir-pikir.
Kustini mengaku, masih melihat perkembangan untuk maju di pilkada. Dia juga belum memastikan, apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Sleman. “Nanti lihat perkembangan, InsyaAllah (maju Pilkada 2024),” ujarnya singkat saat ditemui Radar Jogja di Kantor Kalurahan Minomartani, Ngaglik kemarin (1/5).
Istri Sri Purnomo (bupati Sleman periode 2010-2020) itu memang belum menunjukkan minat untuk kembali maju dalam kontestasi Pilkada 2024. Kendati demikian, Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang turut mengusungnya sebagai calon bupati pada Pilkada 2019 tetap mendorong Kustini di pemilihan kepala daerah mendatang.
Sekretaris DPD PAN Sleman Inoki Azmi Purnomo menyatakan, pada Pilkada 2024 mendatang pihaknya memang akan kembali menjagokan Kustini. Bahkan persiapan pun sudah dilakukan. “InsyaAllah, kami mengusung Ibu KSP,” tegasnya.
Melihat situasi Pilkada 2024 di kabupaten Sleman, hingga saat ini baru ada dua bakal calon yang mantap untuk maju. Pertama adalah Harda Kiswaya yang sudah mendaftar lewat Partai Golkar dan PDI Perjuangan.
Kemudian bakal calon kedua merupakan petahana. Yakni Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Baik Harda maupun Danang, sama-sama membidik jabatan sebagai orang nomor satu di Sleman.
Danang mengungkapkan, kalau dirinya memang akan maju sebagai calon bupati. Keinginannya untuk menduduki kursi Sleman 1 karena PDI Perjuangan merupakan partai pemimpin dengan perolehan kursi legislatif terbanyak. Meski demikian, dia akan tunduk dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan perihal rekomendasi dirinya di Pilkada 2024. “Perkara nanti rekomennya lain (sebagai wakil bupati, Red) saya harus mentaati. Prinsip saya akan maju sebagai bupati,” tegas Danang.
Sementara itu, Kepala Sekretariat DPC PDI Perjuangan Andreas Hari Santoso menyatakan, bahwa Danang sudah mengutus orang untuk mengambil formulir pendaftaran calon kepala daerah. Hanya saja, kader PDI Perjuangan itu belum mengembalikan formulir. “Senin sore (29/4) mas Danang Maharsa utusan orang untuk memgambil formulir, tetapi belum mengembalikan,” sebut Sentot, sapaan akrabnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova