Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Paling Parah Pascapandemi Covid-19, saat Lebaran Pedagang Pakaian Pasar Beringharjo Sepi Kunjungan, Omzet Turun 50 Persen

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 27 Maret 2025 | 16:10 WIB

Paling Parah Pascapandemi Covid-19, saat Lebaran Pedagang Pakaian Pasar Beringharjo Sepi Kunjungan, Omzet Turun 50 Persen
Paling Parah Pascapandemi Covid-19, saat Lebaran Pedagang Pakaian Pasar Beringharjo Sepi Kunjungan, Omzet Turun 50 Persen


JOGJA - Pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Jogja mengeluh karena penjualan di momentum lebaran tahun ini menurun. Padahal momen lebaran biasanya ditunggu oleh para pedagang karena banyak calon pembeli yang datang.

Dari pantauan Radar Jogja, Rabu (26/3) sekitar pukul 11.00 pasar Beringharjo khususnya di lorong pedagang pakaian relatif sepi. Biasanya, menjelang lebaran mulai H-7 banyak ornag berdesakan untuk berbelanja. Terutama saat akhir pekan.

Salah seorang penjual pakaian Agung Riadi mengatakan kondisi perputaran uang di Pasar Beringharjo jelang lebaran tahun ini tak seperti biasanya. Bahkan menurut dia kondisi pada tahun ini lebih sepi jika dibandingkan dengan pasca Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Selamat! Pemprov Beri Penghargaan Delapan Personel Satlinmas, 30 Tahun Mengabdi Memantau Sembilan Titik Pantai di Gunungkidul

"Setelah Covid itu, 2022, 2023, 2024 bagus. Tapi tahun ini H-15 saja masih sepi hingga sekarang, bisanya H-15 itu sudah ramai," ujarnya saat ditemui di kiosnya di Pasar Beringharjo, Rabu (26/3).

Ia menilai kondisi Pasar Beringharjo menjelang lebaran malah seperti hari-hari biasa. Padahal biasanya setiap hari selalu ramai seperti saat akhir pekan.

Agus menambahkan pasca pandemi Covid-19 perputaran ekonomi di Pasar Beringharjo tergolong baik, tetapi saat ini Pasar Beringharjo seperti hari-hari biasa. Penuh dengan pengunjung dan pedagang asongan yang ikut memenuhi lorong.

"Lima belas hari sebelum lebaran itu biasanya seperti Sabtu Minggu. Saya indikasikan ini ada penurunan signifikan," terangnya.

Baca Juga: Pulang Kampung Wakapolda Jateng Kombes Latif Usman Tinjau Pos Pengamanan Mudik di Alun-Alun Kebumen

Tahun ini ia memperkirakan omzet penjualan di tokonya mengalami penurunan hingga 50 persen. Sekitar Rp 1 juta dalam perhitungan satu bulan.

"50 persen semua di sektor baik itu konveksi atau yang lain. Kalau Lebaran sebelumnya bisa Rp 2 juta kalau saya, kalau pedagang saya bisa lebih," ucapnya.

Beberapa faktor penurunan jumlah kunjungan Pasar Beringharjo yang sekaligus mempengaruhi pendapatan pedagang disinyalir karena persaingan dagang dengan pedagang online. Menurutnya merebaknya online shop secara tidak langsung memengaruhi penjualan di toko fisik.

Faktor kedua yakni adanya masa transisi pemerintahan. Di masa tersebut pergerakan ekonomi kedepan belum jelas arahnya dan masih banyak penyesuaian-penyesuaian.

Baca Juga: Tiga Orang Berenang di Sungai Bedog Mlati, Dua Orang Ditemukan Meninggal Dunia

"Ekonomi kedepan kan belum jelas kemungkinan mereka memilih menyimpan dulu daripada membelanjakan seperti tahun lalu," terangnya.

Pedagang lain, Nining juga memounyai keluhan yang sama. Lebaran tahun ini penjualan pakaian di tokonya menurun hingga 50 persen.

Ia mengingat situasi Pasar Beringharjo beberapa tahun silam yang mulai masuk bulan puasa sudah ramai kunjungan. Bahkan terkadang dirinya terpaksa membatalkan puasa di pertengahan jalan karena melayani banyak pengunjung.

"Biasanya saat menjelang Lebaran itu berdesakan sekarang bisa buat lari-lari," ujarnya. (oso)

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #Pasar Beringharjo #Lebaran #pascapandemi #sepi