KULON PROGO - Penyelesaian jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Perwakilan masih belum terealisasi. Lantaran, proyek ini masih menunggu window time dari PT. KAI, karena berhubungan dengan arus kereta api.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman DPUPKP Kulonprogo Wuriandreza Gigih Muktitama menyampaikan, penyelesaian JPO segera dilakukan. Akan tetapi, pihaknya belum memastikan kapan pelaksanaannya.
"Kami masih menunggu window time dari PT. KAI, untuk pemasangan girder," ucap Gigih, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (15/7)
Gigih mengungkapkan, pekerjaan JPO Perwakilan sebenarnya telah dimulai 2024 dengan dibagi dua tahap. Tahap pertama berupa pembangunan pilar. Sedangkan, tahap dua berupa pemasangan struktur penyangga atau girder yang melintang di atas rel kereta.
Tahap kedua yang dilaksanakan 2025 ini, belum bisa dipastikan jadwalnya. Pasalnya, aktivitas pemasangan girder yang melintang rel kereta api perlu izin PT.KAI. Mengingat aktivitasnya berada di tanah perusahaan dan berpotensi mengganggu perjalanan kereta api. Akan tetapi, pihaknya telah mengusulkan pekerjaan girder dimulai 20 Juli.
Sebenarnya pekerjaan pemasangan girder terbilang mudah. Namun, karena berada di area beresiko tinggi pekerjaan membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Girder yang sebelumnya berada di sisi utara JPO akan dipindahkan sekaligus dipasang dari sisi selatan.
Pemasangan akan dilakukan secara bertahap, dengan melihat arus kereta api. Dipastikan saat pemasangan, tak boleh ada kereta api yang melaju di bawahnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih menyampaikan, kewenangan pemberian ijin konstruksi di area rel berada di tangan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Namun, pihaknya memastikan tak ada perubahan jadwal kereta api jika konstruksi sudah dimulai. "Secara umum tidak ada penyesuaian," ungkapnya.
Selama aktivitas konstruksi, keselamatan dan perjalanan kereta api dipastikan tidak ada gangguan. Pihaknya akan mengatur jeda waktu perjalanan kereta atau window time. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo