JOGJA - Kampung di kawasan penyangga Malioboro dinilai potensial untuk pengembangan guest house. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja pun berharap potensi ini bisa dimanfaatkan oleh organisasi pengusaha muda.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, potensi kampung di sekitar Jalan Mataram, Suryatmajan belum terangkat dengan baik. Padahal lokasinya yang dekat dengan kota, bisa dimanfaatkan sebagai penginapan.
“Konsepnya living with local, rumahnya direhab, dibangun, kemudian kerja sama dengan warga setempat untuk menata dengan local wisdom yang kuat, agar Jogja banget,” ujar Wawan dalam HIPMI Bisnis Talk Sabtu (15/11).
Menurut Wawan, HIPMI harus bisa memberikan langkah konkret bagi kemajuan Kota Jogja. Apalagi, pemkot sudah Lewat kerja sama pemkot dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Wawan menyebut ada program one village one sister company maupun one village one sister community. “Kesepakatan itu memberikan ruang gerak bagi HIPMI untuk memajukan ekonomi di Kota Jogja,” jelasnya.
Politisi yang berlatar belakang pengusaha itu yakin, lewat pendampingan HIPMI, ekonomi di Kota Jogja bisa lebih maju. Di sisi lain, juga agar potensi yang ada bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sendiri.
Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Jogja Taufik Hidayat mengaku, pihaknya memiliki komitmen untuk membangun ekonomi daerah. Salah satunya dengan memberi pemahaman kepada pengusaha muda tentang keuangan. “Terutama dalam hal keuangan dan marketing, serta hal-hal yang bisa menjadi bahan modal selaku pengusaha,” jelasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova