GUNUNGKIDUL - Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah I kembali menyoroti keterbatasan sarana penyelamatan di kawasan pantai selatan Gunungkidul.
Salah satunya ambulans sebagai bagian penting layanan sosial masyarakat pesisir.
Koordinator SRI Wilayah I Sunu Handoko mengungkapkan, sebab kebutuhan ambulans tidak lagi sebatas untuk evakuasi korban kecelakaan laut. Terlebih di wilayah pesisir pantai.
Menurutnya, ambulans SRI kerap digunakan warga untuk berbagai kepentingan sosial, mulai dari prosesi pemakaman, hingga mengantar warga yang memerlukan kontrol medis ke rumah sakit besar seperti RSUP Sardjito Jogjakarta maupun fasilitas kesehatan di Solo.
Respons cepat tanggap tersebut, kata dia, tidak hanya diberikan kepada masyarakat wilayah pantai saja, tetapi juga bagi warga sekitar Kapanewon Girisubo.
“Namun semua itu kami jalankan dengan kondisi mobil yang sudah tua,” ujar Sunu saat ditemui di Joglo Jogo Segoro Kalurahan Sidoharjo Kapanewon Tepus saat Pembinaan SRI Rabu (19/11/2025).
Saat ini SRI mengoperasikan dua unit ambulans Daihatsu Espass keluaran awal 2000-an.
Kendaraan itu sebelumnya merupakan mobil dinas bekas Camat Girisubo sebelum dialihfungsikan sebagai ambulans. Kedua armada ditempatkan di Pantai Sadeng dan Pantai Siung.
Namun, satu unit yang bertugas di Pantai Siung dilaporkan mengalami kerusakan berat dan sudah tidak memungkinkan diperbaiki.
Dia berharap pemkab dapat memberikan dukungan baik secara moral maupun fisik agar penanganan darurat di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Kerusakan yang ditanggung terlalu banyak. Memperbaiki mobil yang sudah tua justru berisiko sia-sia. Padahal kebutuhan layanan terus meningkat,” jelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan sarana dan prasarana SRI.
Pemkab Gunungkidul akan mengupayakan peningkatan sarana penyelamatan agar semakin lengkap dan modern.
Kekurangan fasilitas disebut dapat berdampak pada keterlambatan penanganan kecelakaan laut maupun musibah lainnya di kawasan wisata pantai.
“Terkait persoalan ini, nanti akan kami sampaikan kepada gubernur. Kami ingin agar dukungan untuk SRI dapat segera terealisasi demi keselamatan masyarakat dan wisatawan,” tegasnya.
Ia menyebut, keterbatasan alat pendukung penyelamatan yang dimiliki SRI saat ini memang menjadi tantangan besar.
Mengingat panjang garis pantai Jogjakarta lebih dari 113 kilometer dan lebih dari separonya berada di Gunungkidul. Endah menyebut kewenangan SRI berada di tingkat DIY, sehingga kebutuhan fasilitas menjadi krusial.
“Dalam pembinaan tadi, rekan-rekan Satlinmas baik Wilayah I maupun II sudah menyampaikan bahwa sarpras yang ada sangat kurang,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita