Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jadi Pusat Perhatian, Kontes Andong Digelar di Jogja: Kuda Dihias dengan Berbagai Macam Aksesori

Agung Dwi Prakoso • Senin, 1 Desember 2025 | 03:37 WIB

AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA
BERLOMBA: Kontes Kuda Andong 2025 di Halaman Gedung DPRD DIJ, Maliboro Kota Jogja, kemarin (30/11).

Kontes Kuda Andong 2025 di Halaman Gedung DPRD DIJ, Maliboro Kota Jogja, Minggu (30/11/2025).
Kontes Kuda Andong 2025 di Halaman Gedung DPRD DIJ, Maliboro Kota Jogja, Minggu (30/11/2025).

 

JOGJA - Ada yang unik di kawasan Malioboro Minggu (30/11/2025) pagi. Arak-arakan andong beserta kudanya berderet rapi dengan hiasan yang dipenuhi berbagai macam aksesori seperti hasil bumi, bunga-bungaan hingga janur kuning.

Ratusan pasang mata tertuju pada mereka, seakan menjadi tontonan di tengah riuhnya kendaraan di Malioboro.

Begitulah suasana Kontes Kuda Andong Kota Jogja yang diselenggarakan oleh Pemkot Jogja melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) bersama Fakultas Peternakan UGM. Kontes tersebut digelar di Halaman Gedung DPRD DIY.

Puluhan andong tersebut berjajar rapi dan menunggu dewan juri untuk melalukan penilaian.

Di lokasi kontes, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo juga tampak hadir untuk menyaksikan.

Menurutnya, kontes tersebut untuk mengedukasi tentang kesejahteraan hewan.

Mereka yang mempunyai kuda agar memberikan perhatian kepada hewan peliharaannya, sekaligus partner dalam mencari rezeki.

Selain itu, andong yang merupakan alat transportasi tradisional bisa menjadi ikon positif Kota Jogja.

“Kita tahu di beberapa tempat alat transportasi tradisional sudah mulai punah, tapi di Kota Jogja masih bisa dipertahankan,” ujar Hasto Wardoyo di sela acara.

Andong, lanjutnya, dimaknai sebagai penanda keistimewaan Jogja. Kontes tersebut juga menjadi destinasi wisata sekaligus atraksi yang menarik bagi para wisatawan yang berkunjung.

Sebanyak 30 andong terlibat sebagai peserta dalam kontes tersebut. Rute awal dan akhir dilakukan di Gedung DPRD DIY dengan rute memutar.

"Ini harus dilestarikan, karena di beberapa tempat alat transportasi tradisional sudah punah, tapi di Malioboro ini akan kami pertahankan," jelasnya.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Sri Panggarti menambahkan, kontes ini juga jadi sarana edukasi bagi seluruh kusir dengan memberi pembekalan mengenai kesehatan kuda, standar kesejahteraan hewan, teknik perawatan, hingga kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda, PT Taru Martani Fasilitasi Magang 6 Bulan Bersama Kemnaker RI

Pengelolaan kotoran dan urine kuda juga ditekankan agar para kusir bisa mengoptimalkan pembersihannya.

“Kami ingin menyiapkan andong sebagai ikon Kota Jogja yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga sehat, layak, dan dikelola dengan baik. Kudanya sehat, andongnya baik, dan kusirnya pun profesional,” ujarnya.

Salah satu kusir andong peserta kontes Dwi Kuscahyono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda positif yang menarik antusias bagi para kusir.

Ia berharap, acara semacam itu bisa menjadi agenda tahunan dan menggaet lebih banyak lagi para kusir andong di Kota Jogja.

"Supaya tetap kompak. Andong kan termasuk ikon Jogja, jadi harus ada kegiatan yang melibatkan andong,” paparnya.

Terdapat beberapa kategori yang diperlombakan sebagai aspek penilaian kontes. Kuda Penampilan Terbaik yang mendapatkan Piala Dekan Fakultas Peternakan UGM.

Lalu kategori Kuda Sehat, Andong Terbaik, dan Kusir Terbaik. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kontes andong #aksesori #jogja #kuda #dihiasi