GUNUNGKIDUL - Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang akibat kecelakaan laut di perairan Pantai Nguluran, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama Harun, 40, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan selatan Baron. Sekitar dua mil laut dari lokasi kejadian pertama.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono menjelaskan, sekitar 70 personel dikerahkan dalam operasi hari kedua. Seluruhnya dibagi dalam tiga search and rescue unit (SRU). Pencarian dilakukan lewat darat, laut, maupun pantauan udara.
Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang beraktivitas di perairan laut Baron. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyisiran dengan kapal. “Korban ditemukan mengapung tanpa busana, kemungkinan terbawa arus kuat sejak kejadian kemarin,” bebernya Rabu (3/12).
Setelah dievakuasi, lanjut dia, jenazah dibawa ke Dermaga Pantai Gesing menggunakan perahu jukung. Lalu diteruskan ke RSUD Saptosari untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kecelakaan laut terjadi pada Selasa (2/12) sekitar pukul 07.00. Tiga nelayan dari Pantai Gesing sedang memancing gurita di perairan Nguluran, tepat di depan kawasan HeHa Ocean. Diduga kapal terlalu menepi sehingga terhantam ombak besar dari arah selatan dan akhirnya terbalik.
Sementara itu, Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Surisdiyanto menyampaikan, pencarian sejak Senin hingga Rabu dengan kondisi gelombang tinggi dan arus kuat. “Tim terus melakukan berbagai metode pencarian untuk memperluas jangkauan area,” tegasnya.
Baca Juga: Modus “Topengan” Kredit, Polda Jawa Tengah Serahkan 4 Tersangka Perumda BPR Purworejo ke JPU
Di laut, lanjut Suris, tim melakukan penyisiran menggunakan kapal dengan radius 200-500 meter dari titik kejadian. Sementara itu, petugas lain memantau dari jalur darat dan tebing, menjangkau area hingga satu kilometer guna mengantisipasi kemungkinan korban terseret arus ke arah timur maupun selatan.
Penggunaan teknologi juga dioptimalkan melalui pemantauan udara dengan drone. Di sisi tebing, petugas membuat tangga darurat untuk mempermudah akses menuju area pencarian berbatu dan curam. Selain itu, nelayan Pangandaran yang tergabung dalam operasi turut melakukan pencarian bawah air dengan teknik.
“Metode ini memungkinkan penyelam menyisir celah bebatuan dan perairan dangkal yang tidak bisa dijangkau perahu,” jelasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova