JOGJA - Kondisi Jembatan Kewek yang sudah dalam kondisi kritis mulai mendapat perhatian serius pemerintah provinsi (Pemprov).
Pemprov DIY telah mengajukan anggaran sebesar Rp 19 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan baru. Ini sebagai solusi permanen atas kerusakan tersebut.
Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, koordinasi dengan pemerintah pusat sudah dilakukan agar penanganan Jembatan Kewek dapat dibiayai melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Di sisi lain, pemprov juga telah berkomunikasi dengan Pemkot Jogja untuk meminimalisasi beban jembatan sembari menunggu realisasi anggaran dari pusat.
Hal ini untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang tidak diinginkan.
“Sementara ini untuk antisipasi, dan diperbaiki dalam konteks tidak membahayakan seperti kemungkinan tanah longsor atau (jembatan) makin turun,” ujar Raja Keraton Jogja itu saat ditemui di Balai Kota Timoho, Kamis (4/12/2025).
Ngarso Dalem itu menilai, langkah antisipasi bencana di Jembatan Kewek memang perlu dilakukan.
Terlebih jika melihat kondisi cuaca hujan yang didominasi hujan intensitas tinggi hingga beberapa waktu ke depan.
Pun upaya mengurangi beban jembatan juga harus segera dipersiapkan.
“Sehingga itu (langkah antisipasi) yang dilakukan sambil menunggu masalah hitungan (anggaran),” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pemkot akan segera bertindak untuk meminimalisasi beban Jembatan Kewek. Sebab, kondisi jembatan tersebut diklaim sudah sangat memprihatinkan.
Hasto menyebut, Jembatan Kewek sudah memiliki patahan selebar tiga sentimeter dan penurunan jembatan hingga sepuluh sentimeter.
Bahkan, dengan kondisi itu kekuatan Jembatan Kewek dimungkinkan hanya sekitar 20 hingga 30 persen.
Solusi jangka pendek sudah disiapkan dengan membatasi aktivitas kendaraan besar di atas jembatan.
Sehingga, yang bisa melintas di atas jembatan Kewek hanya sepeda motor atau mobil kecil.
“Kendaraan yang berat-berat kami tidak bolehkan. Dan akan segera dilakukan secepatnya, minimal di natal dan tahun baru sudah kami kerjakan,” bebernya.
Sementara untuk solusi jangka panjang, Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu telah intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat.
Sehingga diharapkan, pada 2026 nanti pembangunan baru Jembatan Kewek bisa terlaksana.
Meski begitu, dia menilai Jembatan Kewek merupakan infrastruktur dengan nilai historis. Sehingga pada jembatan baru nantinya ada beberapa penanda dari Jembatan Kewek lama yang tetap dipertahankan.
Pun kata Hasto, Jembatan Kewek dulunya didesain oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Meskipun di satu sisi memang tidak terdaftar sebagai bangunan cagar budaya.
“Sehingga meskipun secara physically fasadnya itu tidak ada, tidak ada penanda, tetapi kita harus mendokumentasi jembatan ini atau meninggalkan sebagian sebagai penanda,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita