BANTUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul akan melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Darurat Pengelolaan Sampah dari Kabupaten Bantul untuk menangani sampah saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Untuk sampah nanti akan mematangkan koordinasi juga dengan dinas pariwisata dan DPUPKP Bantul, agar nanti sampah bisa dievakuasi dengan baik,” jelas Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho Senin (8/12).
Baca Juga: PSC 119 Kota Magelang Raih Penghargaan Nasional, Bukti Kesiapsiagaan Nyawa di Kota Kecil
Tahun lalu, kata dia, sampah Nataru bisa mencapai 50 sampai 100 ton. Namun, tahun ini pihaknya akan mempersiapkan kuota sampah sekitar 100 sampai 150 ton untuk mengantisipasi lonjakan sampah.
“Nantinya sampah akan disalurkan ke tempat pembuangan sampah sementara (TPST) kami,” katanya.
Menurutnya, momen Nataru 2024 pengelolaan sampah terbilang cukup baik untuk diolah. Jenis sampah yang terkumpul dinilai lebih mudah diproses, sehingga pihaknya memfokuskan pengolahan di TPST.
Dominasi sampah masih berupa sampah organik seiring banyaknya kegiatan dan event, disusul sampah botol plastik. Di kawasan pantai, volume sampah organik juga meningkat, tetapi tidak sampai melampaui volume sampah non-organik.
Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan Pantai Parangtritis Suranto mengatakan, sampah yang ada di kawasan wisata Pantai Parangtritis saat hari Natal sekitar 2,5 sampai 3 ton sampah.
“Antisipasinya, kita akan melakukan perbaikan sarana prasarana yang kita miliki terutama hal pengangkut sampah roda tiga,” jelasnya.
Ia mengaku, terus mengupayakan perbaikan sarana dan prasarana di kawasan Pantai Parangtritis. Diharapkan, perbaikan kendaraan operasional tersebut tidak mengganggu proses evakuasi sampah di kawasan objek wisata.
“Saat Nataru kita mengerahkan 21 personel petugas sampah, itu kita bagi beberapa kelompok ada 5 kelompok,” katanya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Nova