BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul kembali memberangkatkan relawan kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana di sejumlah daerah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menjelaskan, pengiriman relawan dilakukan ke dua lokasi berbeda yakni di Banjarnegara untuk pengiriman logistik dan di Aceh Tamiang untuk layanan kesehatan.
Baca Juga: Gunungkidul Kejar 500 Ribu Wisatawan Saat Nataru, Kalau Gagal, PAD Terancam Tak Penuhi Target!
Halim menuturkan, kebutuhan korban tidak hanya logistik sehingga layanan kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi para penyintas bencana. Aceh Tamiang dipilih lantaran jumlah korban lebih banyak serta kondisi lingkungan yang parah dan berpotensi memicu penyakit.
“Maka kita mengirim tenaga-tenaga teknis perawat, dokter, bidan, agar layanan kesehatan itu bisa dilakukan secara memadai dan dilakukan oleh para profesional,” ujarnya saat ditemui di PMI Bantul Jumat (12/12).
Baca Juga: Tiga Macam Buah- Buahan Yang Di Sebut Didalam Alquran, Terbukti Bagus Bagi Kesehatan
Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bantul yang telah berdonasi melalui Palang Merah Indonesia (PMI) maupun kanal donasi lain yang dikelola organisasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan berbagai komunitas. Namun Halim menegaskan dukungan masih sangat dibutuhkan.
“Kami masih mengharapkan adanya donasi terus karena kebutuhan untuk pelayanan baik logistik maupun kesehatan ini masih terus diperlukan,” katanya.
Menurutnya, donasi masih dibuka bagi masyarakat Bantul. Ia mengajak warga menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban bencana di berbagai daerah. Selain Aceh, Bantul juga membantu Sumatra Utara dan wilayah lain tempat relawan sudah lebih dulu diberangkatkan.
“Selama di Aceh 14 hari, dengan keberangkatan 5 hari, pulang 5 hari,” sebutnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan moral agar para relawan mampu memberikan layanan kesehatan sesuai kebutuhan di Aceh Tamiang.
Halim menyebut, donasi terus mengalir. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk dari komunitas Gojek sebesar Rp 7 juta lebih dan RS Panembahan Senopati sekitar Rp 22 juta. Donasi dari masyarakat dan ASN juga masih berjalan.
Sementara itu, Ketua PMI Bantul Agus Budi Raharjo menjelaskan, Pemkab Bantul melalui BPBD dan PMI Bantul telah membuka penggalangan dana sejak 21 November hingga 26 Desember 2025 untuk membantu logistik di Banjarnegara. Hingga 10 Desember, terkumpul Rp 7,5 juta yang kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan mendesak para pengungsi.
“Seperti selimut bayi sejumlah 164 pcs dan hygiene kit yang berisi sabun mandi Nuvo 290 pcs, sampo sachet Lifebuoy 960 pcs, sikat gigi Formula 144 pcs, dan pasta gigi Pepsodent 288 pcs,” katanya.
Pengiriman logistik ke Banjarnegara juga dibarengi dengan pelepasan Tim Pelayanan Kegawat Kedaruratan Dasar (PKDD) PMI Bantul. Tim terdiri dari satu surveilans, dua perawat, satu driver, satu bidan, dan satu spesialis psikososial. Mereka akan bertugas sekitar 14 hari di Aceh Tamiang. Operasional tim ini dibiayai dari Sumbangan Bulan Dana PMI Bantul 2025.
Ia berharap Tim PKDD PMI Kabupaten Bantul dapat menjalankan tugas seperti pengobatan di camp pengungsian, mobil klinik, serta evakuasi korban atau ambulans transportasi.
"Diharapkan juga ada pendampingan psikososial bagi warga terdampak,” pungkasnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Nova