KULON PROGO – Sebanyak 300 calon jemaah haji (CJH) asal Kulon Progo mengikuti simulasi embarkasi haji berbasis hotel, Sabtu (13/12/2025) lalu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan awal pelaksanaan embarkasi dan debarkasi haji di Bumi Binangun yang untuk pertama kalinya akan digelar pada musim haji 2026 mendatang.
Ketua Tim 2 Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY Basori Alwi mengatakan, simulasi dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan manajerial penyelenggaraan haji, seiring penetapan Yogyakarta International Airport (YIA) dan Kulon Progo sebagai lokasi embarkasi dan debarkasi baru.
Baca Juga: Mahar Saham GOTO, Yudha Ramadhan: Go Far, Go Together, Termasuk saat Floating Loss
"Ini merupakan embarkasi baru, tentu ada persiapan khusus utamanya melakukan simulasi," ucap Basori, saat ditemui Radar Jogja di Novotel, Sabtu (13/12/2025).
Simulasi secara khusus menggambarkan kondisi kedatangan CJH ke lokasi penginapan.
Dilanjutkan dengan penanganan haji saat menginap di hotel, serta pemberangkatan haji dari bandara YIA.
Rangkaian inilah yang akan menjadi patokan pelaksanaan embarkasi dan debarkasi haji di Kulon Progo.
Pelaksanaan simulasi dinilai penting karena embarkasi haji di Bumi Binangun akan memanfaatkan konsep hotel bubble sebagai asrama haji.
Model ini membutuhkan penyesuaian sejumlah indikator, terutama waktu transit hingga manajemen pengelolaan jemaah haji.
Tujuannya, saat pelaksanaan tak terjadi keterlambatan ataupun keluhan dari jemaah haji.
"Ini masih proses evaluasi, dan dimungkinkan ada simulasi kedua," ungkapnya.
Basori menyampaikan, simulasi pertama hanya berlangsung selama sehari. Dari situ tampak, kesiapan embarkasi haji di Kulon Progo mencapai 80 persen.
Hasil evaluasi, nantinya akan menjadi perbaikan dan disempurnakan pada simulasi kedua.
Perlu diketahui, embarkasi dan debarkasi haji di Kulon Progo mengakomodir 6.900 CJH, yang terbagi dalam 26 kloter. Setiap harinya, satu kloter akan diterbangkan.
Sementara itu, peserta simulasi Zuhdhi Malik menjelaskan, dirinya merupakan CJH 2026.
Simulasi memberikan gambaran baginya, mulai dari kedatangan di asrama, hingga pemberangkatan dari tanah air.
"Sekarang jadi lebih paham dan tidak khawatir, soalnya embarkasi ini baru serta memanfaatkan hotel," ungkapnya.
Jika dilihat dari pemanfaatan hotel sebagai asrama, pihaknya cukup percaya dengan pelayanan.
Lantaran, fasilitas hotel dirasa cukup untuk kebutuhan transit jemaah haji. Pihaknya berharap, pelaksanaan haji 2026 di Kulon Progo berjalan dengan lancar. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita