Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pemkab Sleman Lakukan Tera Ulang di 51 SPBU untuk Antisipasi Kecurangan, Masih Tersisa 15 Titik

Delima Purnamasari • Rabu, 17 Desember 2025 | 03:45 WIB
STOK AMAN: Petugas saat melakukan tera ulang dan memastikan ketersediaan BBM di SPBU Pertamina 44.552.04 Adisucipto Selasa (16/12).
STOK AMAN: Petugas saat melakukan tera ulang dan memastikan ketersediaan BBM di SPBU Pertamina 44.552.04 Adisucipto Selasa (16/12).

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan tera ulang di 51 titik SPBU. Kegiatan ini menggandeng UPTD Metrologi Legal dan sudah dimulai pekan lalu. Kini hanya menyisakan 15 SPBU.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, harapannya ini bisa dipertahankan agar kejadian mengenai kecurangan takaran tidak lagi terulang di Bumi Sembada. Kondisi ini dia sebut bisa merugikan pengusaha sendiri, termasuk berdampak buruk pada citra masyarakat.

Khusus SPBU di Jalan Kaliurang yang sempat ditutup karena kecurangan takaran juga sudah bisa beroperasi. Uji tera pada alat pompa baru sudah dilakukan. Hanya saja untuk dibuka masih menunggu kuota Pertalite. Kemungkinan menunggu tahun depan lantaran kuota diberikan tahunan.

Terbaru, tinjauan di SPBU Pertamina 44.552.04 Adisucipto Selasa (16/12). Diawali dengan tera ulang terhadap alat ukur pompa bensin. Selanjutnya, pengecekan kualitas BBM yang dijual.

Menurut Danang, tinjauan di lokasi ini penting lantaran ada potensi kepadatan frekuensi pembeli BBM di wilayah timur. Mengingat adanya gerbang tol yang sudah mencapai wilayah Prambanan, Klaten.

"Jangan sampai kehabisan dan menjadi kekhawatiran masyarakat," bebernya saat ditemui di sela-sela tinjauan.

Danang menambahkan, Pemkab Sleman juga telah mengajukan permohonan tambahan stok bagi gas 3 kilogram sejumlah 169.000 tabung. Harapannya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan, termasuk bagi para penjual makanan.

Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina DIY Jateng Mahfud Nadyo Hantoro menjelaskan, BBM yang dijual pada masyarakat telah melalui berbagai pengecekan. Misalnya, uji warna, densitas, hingga tera berkala. Untuk nantinya bisa menjaga kualitas maupun kuantitasnya.

"Kami berkomitmen untuk menjaga stok produk subsidi maupun non-subdisi. Kami juga ada satgas khusus untuk memantau," katanya.

Khusus untuk momen Nataru ini, dia memprediksi ada peningkatan konsumsi BBM lima sampai sepuluh persen. Untuk itu, turut disiapkan SPBU kantong yang ditempatkan di beberapa titik. Mobile storage yang berupa truk tangki ini merupakan cadangan agar ketika ada SPBU yang akan kehabisan, bisa langsung dilakukan isi ulang. Tanpa harus menunggu kiriman dari Rewulu. Ini juga sebagai bentuk antisipasi jika pengiriman terhambat jalur yang macet.

 

"Kalau untuk tambahannya kuota akan kami pantau. Jadi dinamis melihat kebutuhan," katanya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#UPTD Metrologi Legal #tera ulang #Pemerintah Kabupaten (Pemkab) #Pemkab Sleman #Danang Maharsa #SPBU #SLEMAN #Wakil Bupati Sleman