Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Lebih Nyaman tapi Butuh Penyesuaian, Evaluasi Simulasi Embarkasi Haji Berbasis Hotel di Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:20 WIB
PENGUJIAN: Calon Jamaah Haji menerima pengarahan dari panitia.
PENGUJIAN: Calon Jamaah Haji menerima pengarahan dari panitia.

KULON PROGO - Pelaksanaan embarkasi haji berbasis hotel di Kulon Progo memiliki keuntungan ataupun kerugian tersendiri. Hal ini diketahui pascaevaluasi simulasi embarkasi haji berbasis hotel, Sabtu (13/12) lalu.

Ketua Tim 2 Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIJ Basori Alwi menjelaskan, pelaksanaan simulasi telah digelar beberapa waktu lalu. Secara khusus simulasi memberikan gambaran pelaksanaan embarkasi di Kulon Progo.

Tentu, beberapa evaluasi ditemukan, dan segera diperbaiki. "Kalau jamaah pasti nyaman di hotel daripada di asrama," ucap Basori, Selasa (16/12).

Hasil simulasi embarkasi berbasis hotel di kawasan Hotel Novotel dan Ibis menunjukkan beberapa evaluasi. Dari segi kenyamanan penginapan jamaah, dirasa cukup sesuai. Bahkan tergolong lebih nyaman dibandingkan dengan asrama haji. Lantaran, kamar hotel diisi tiga sampai lima orang standar penginapan yang didesain untuk beristirahat.

Akan tetapi, kondisi penginapan calon jamaah haji (CJH) tak hanya dihitung dari kenyamanan jamaah. Melainkan berkaitan dengan pelayanan jamaah haji. Dibutuhkan sarpras tambahan untuk mengoptimalkan pelayanan bagi CJH. "Kalau di (Asrama Haji) Donohudan (Boyolali), auditorium ada di lantai dasar sedangkan ruang pelayanan ada di atasnya," ungkapnya.

Basori menyampaikan, tipe infrastruktur asrama dan hotel cukup jauh berbeda. Asrama haji didesain untuk mengoptimalkan pelayanan jamaah haji. Sehingga, ruang pelayanan dan ruang petugas disediakan dekat dengan pintu masuk. Tujuannya, memberikan keleluasaan bagi petugas untuk melayani jamaah.

Salah satu pelayanan yang cukup jauh berbeda antara embarkasi hotel dan asrama teletak pada alur bagasi jamaah. Tipe asrama memberikan ruang khusus untuk menyimpan bagasi milik CJH. Jika didapati barang terlarang, maka barang bawaan dapat disimpan di ruangan khusus.

Hal itu, tak akan berlaku pada embarkasi berbasis hotel. Pasalnya, tak ada ruang khusus penyimpanan bagasi yang disediakan. Alhasil, pengecekan awal harus dipastikan terjadi sebelum pemberangkatan jamaah. "Besok kan bagasi langsung dibawa ke bandara," ungkapnya.

Sebenarnya, beragam evaluasi dari simulasi telah diprediksi oleh pihaknya. Alhasil, pihaknya melakukan beberapa perbaikan setelah evaluasi. Khususnya, menambah sekat di dalam hotel untuk ruang pelayanan petugas. Sehingga, dipastikan embarkasi berbasis hotel dilastikan terselenggara dengan baik.

Sebelumnya, peserta simulasi Zuhdhi Malik menjelaskan, dirinya merupakan CJH tahun 2026. Simulasi memberikan gambaran baginya, mulai dari kedatangan di asrama, hingga pemberangkatan dari tanah air."Sekarang jadi lebih paham dan tidak khawatir, soalnya embarkasi ini baru serta memanfaatkan hotel," ungkapnya. (gas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#embarkasi haji #CJH #YIA