Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bus Pariwisata Dilarang Parkir di Zona Inti Sumbu Filosofi, Pemkot Jogja Siapkan Kantong Parkir Tambahan di Sini

Iwan Nurwanto • Sabtu, 20 Desember 2025 | 02:09 WIB

 

Pengguna jalan melintas di dekat portal pembatas kendaraan besar di simpang tiga barat Stadion Kridosono, Kota Jogja, Jumat (19/12/2025).
Pengguna jalan melintas di dekat portal pembatas kendaraan besar di simpang tiga barat Stadion Kridosono, Kota Jogja, Jumat (19/12/2025).

JOGJA – Pemkot Jogja melakukan pembatasan kendaraan besar seperti bus pariwisata masuk kawasan sumbu filosofi Jogja selama masa libur panjang natal dan tahun baru (nataru).

Kebijakan ini diambil agar tidak menambah beban kendaraan di kawasan itu yang berakibat pada kepadatan lalu lintas di jantung Kota Jogja.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, kebijakan itu sekaligus menjaga marwah sumbu filosofi sebagai warisan budaya.

Kantong-kantong parkir yang membentang dari Tugu hingga kawasan Keraton Jogjakarta pun juga dilarang menampung bus pariwisata.

“Mungkin ada satu-dua bus yang bisa masuk, namun dengan izin khusus dan sudah jelas membawa rombongan ke hotel bukan wisatawan lainnya,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Rabu (17/12) lalu.

Hasto menjelaskan, pemkot sudah menyiapkan beberapa kantong parkir khusus bus pariwisata seiring larangan di kawasan inti sumbu filosofi.

Di antaranya kantong parkir khusus bus pariwisata di eks Menara Kopi, Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean, dan TKP Senopati.

Sementara untuk kantong parkir cadangan berada di Halaman SMPN 3 Jogja dan Stadion Kridosono.

Kedua titik tersebut diprioritaskan untuk kendaraan kecil seperti mobil pribadi atau bus kecil.

Namun bisa difungsikan sebagai parkir bus pariwisata jika kantong parkir khusus penuh.

“Kami berharap betul yang ada di core zone-nya (zona inti) sumbu filosofi parkir bus tinggal yang ada di Senopati, yang lainnya harus parkir jauh dari core zone,” jelas Hasto.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat mengaku, sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk memecah kepadatan kendaraan di kawasan inti sumbu filosofi.

Khususnya yang menuju Malioboro, karena selama ini menjadi jujugan wisatawan.

Alvian menjelaskan, rekayasa arus kendaraan dari arah timur mulai diterapkan dari Jalan Laksda Adisucipto dengan pengalihan masuk melalui Jalan Dr Wahidin menuju ke Jalan Dr Sutomo.

Setelah itu, akan diarahkan menuju Jalan Bausasran ke Jalan Gajah Mada agar dapat masuk ke Jalan Mataram melalui Jalan Sultan Agung.

Sementara untuk kendaraan yang masuk dari arah utara melalui Jalan Suroto (Kotabaru) akan dialihkan dengan jalur dari Jalan Yos Sudarso menuju ke Jalan Trimo.

Sehingga kendaraan pun bisa masuk ke Jalan Bausasran menuju Jalan Gajah Mada lalu ke Jalan Sultan Agung dan masuk ke kawasan Malioboro lewat sirip-sirip di Jalan Mataram.

“Kami akan pasang papan penunjuk arah untuk memudahkan pengendara di beberapa titik strategis,” jelas Alvian. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kota Jogja #Sumbu Filosofi #Pemkot Jogja #Larang #zona inti #bus pariwisata