JOGJA - Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mencatat pergerakan kendaraan mencapai 2.144.076 unit.
Gerbang Krasak, Tempel, Sleman menjadi jalur masuk paling padat menuju wilayah DIY.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo mengatakan, berdasarkan pantauan lalu lintas pada 24 Desember 2025, tercatat 1.100.944 kendaraan masuk dan 1.043.133 kendaraan keluar dari DIY.
"Hingga saat ini ada dua titik yang rawan kemacetan yakni di Prambanan dan Tempel," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/12/2025).
Rizki merinci, kendaraan roda dua tercatat sebanyak 104.315 unit masuk dan 98.136 unit keluar.
Sementara kendaraan roda empat sebanyak 41.225 unit masuk dan 29.910 unit keluar.
Untuk bus tercatat 5.795 unit masuk dan 4.891 unit keluar, sedangkan truk sebanyak 13.081 unit masuk dan 9.691 unit keluar.
Dia mencatat, sebanyak 23.464 kendaraan masuk dan 13.185 keluar lewat Prambanan.
Ditambah lagi kendaraan dari Tol Prambanan yakni 14.436 masuk dan 11.799 keluar. Titik terbanyak ada di Krasak, Tempel terhitung 35.725 kendaraan masuk dan 40.068 kendaraan keluar.
Masa libur Nataru ini, banyak kendaraan dari luar daerah yang mulai masuk ke DIY. Kebanyakan kendaraan roda empat.
"Bus pariwisata juga sudah banyak masuk dari kemarin," bebernya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub DIY melakukan rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan penyetelan lampu lalu lintas atau APILL.
Berbeda dengan hari biasa yang padat di pagi hari, kepadatan selama Nataru justru terjadi sejak siang hingga malam.
Jalur lain seperti Congot, Sindutan, Kalibawang, Gedangsari, Ngawen, Semin, dan Rongkop juga terpantau aktif.
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang masuk ke DIY pada hari tersebut mencapai 123.430 unit, sementara kendaraan keluar sebanyak 106.277 unit. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita