KULON PROGO - Hujan berkepanjang yang terjadi di Bumi Binangun membuat lahan pertanian terdampak. Terdapat 2.893 hektare lahan pertanian yang terendam air banjir.
Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Perkebunan Dispertapa Kulon Progo Wazan Muzakir menyampaikan, seluruh lahan terdampak tersebar di delapan kapanewon. Yakni di Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Sentolo, Pengasih, dan Kokap.
"Sudah surut hampir 100 persen," ucap Wazan Selasa (30/12).
Baca Juga: Siap Bersaing di Liga 4 Jateng, Ini Agenda Pertandingan ISP Purworejo
Wazan menyebut, puncak banjir di lahan pertanian terjadi pada 27-28 Desember. Akan tetapi, banjir kemudian berangsur surut sehari pascahujan lebat.
Penyebab banjir di lahan pertanian, diduga akibat topografi lahan pesawahan. Lahan tergenang banjir, biasanya berada di wilayah cekungan dan dataran rendah. Alhasil, air banjir melimpah di titik terendah.
Upaya pencegahan banjir sebenarnya rutin dilakuakan Dispertapa Kulon Progo. Melalui penyuluh pertanian, pihaknya melakukan monitoring kondisi lahan pertanian. Selain itu, informasi cuaca dari BMKG juga disampaikan secara gambalng. Tujuannya, agar petani melakukan mitigas awal untuk mencegah banjir. Di antaranya, membersihkan saluran irigasi dan membersihkan drainase keluarnya air. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova