KULON PROGO – Bupati Kulon Progo Agung Setyawan kembali membuat gebrakan. Kali ini dengan melakukan penataan kawasan Alun-alun Wates (Alwa). Salah satu yang disiapkan dengan mengubah Rutan Kelas IIB Wates menjadi Masjid Raya Kulon Progo.
Agung menyebut, penataan kawasan Alwa didasari filosofi Jawa, Catur Gatra Tunggal. Konsep ini, mengimplementasikan alun-alun sebagai pusat kota. Selain alun-alun, pusat kota juga berkaitan dengan kosmologi jawa yang menyatukan empat elemen penting.
Di antaranya, elemen politik atau pemerintahan, sosial, ekonomi, dan keagaman, yang memberikan kesan keharmonisan. "Masjid letaknya di sisi barat alun-alun," ucap Agung, Selasa (6/1).
Dalam konsep catur gatra, kondisi eksisting Alwa sebenarnya telah terbentuk. Hanya saja, di area barat masih digunakan untuk rumah tahanan. Nantinya, area rumah tahanan dibidik sebagai area dengan unsur keagamaan berbentuk masjid raya.
Agung menyampaikan, telah berkomunikasi dengan Pura Pakualaman serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Perlu diketahui, Pura Pakualaman merupakan pemilik tanah dari rutan. Sedangkan, Kementerian Imipas merupakan pengelola dari rutan.
Tentu rencana pembangunan Masjid Raya harus memenuhi izin dari kedua pihak tersebut. Dalam hal ini, Pemkab Kulon Progo mengklaim telah mengantongi ijin dari kedua belah pihak. Sehingga rencana pembangunan Masjid Raya dapat direalisasikan. "Ini masih penyelarasan kepindahan rutan," ungkapnya.
Digunakannya lahan barat Alwa, membuat rutan perlu dipindah tempatkan. Pasalnya, keberadaan rutan tak bisa dihapus. Pohaknya saat ini, masih berkomunikasi perihal pemindahan rutan. Lokasi pemindahannya telah dikantongi, namun belum akan dipublikasikan.
Pekerjaan administrasi berupa pemindahan dan pengurusan ijin ditargetkan selesai 2026 ini. Tujuannya, agar rencana pembangunan masjod raya dapat terealisasi. Pasalnya, masjid raya masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah dekat (RPJMD) Kulon Progo.
Wacana Masjid Raya ini, juga sempat disampaikan Agung saat kunjungan Wakil Menteri Agama RI, dan mendapat sambutan baik. Wamenag RI Muhammad Safi'i menyampaikan, dukungan dalam pembangunan masjid raya. "Kemenag dapat memberikan dorongan, hingga dana awal, sedangkan masyarakat bergotong-royong membantu mewujudkannya," ungkapnya. (gas)
Editor : Heru Pratomo