Sindikat Love Scamming Raup Rp 33 Miliar per Bulan, Enam Orang Ditetapkan Tersangka usai Penggerebekan Ruko di Jalan Gito Gati, Sleman
JOGJA – Polresta Jogja menetapkan enam tersangka dalam kasus kejahatan love scamming yang beroperasi dari sebuah ruko di Jalan Gito Gati, Sleman.
Berkedok perusahaan digital, PT Alstair Trans Service diketahui meraup omzet hingga Rp 33 miliar per bulan dengan memanfaatkan karyawan untuk membujuk pengguna aplikasi kencan membeli koin digital untuk mengakses konten tertentu.
Kapolresta JogjaKombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan, tindak kejahatan tersebut terungkap dari patroli cyber.
Kemudian dilanjutkan dengan penggerebekan pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 13.00.
Dalam penggerebekan itu sebanyak 64 karyawan diamankan. Setelah dilakukan pendalaman, ada enam orang yang ditetapkan tersangka.
Berinisial R, 35, selaku CEO; H, 33, selaku HRD; P, 28, selaku Project Manager; V, 28, selaku Team Leader; G, 22, selaku Team Leader; dan M, 28, selaku Project Manager.
Polisi juga menyita 50 unit laptop dan 30 handphone yang digunakan untuk mengirimkan konten pornografi kepada pengguna aplikasi. Serta dua router wifi dan empat kamera pengawas.
Para tersangka diberatkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ancaman hukumannya maksimal sepuluh tahun penjara.
Pandia mengungkap, modus kejahatan yang dilakukan perusahaan tersebut adalah dengan membujuk pengguna aplikasi kencan dari luar negeri untuk membeli koin digital.
Baca Juga: Keras, Busyro Muqoddas Sebut Gelar Doktor Saja Tak Cukup, Pemimpin Butuh Kejujuran dan Spiritual
Koin tersebut digunakan pengguna aplikasi untuk melihat konten pornografi.
“Para karyawan dijadikan sebagai admin chat dengan peran sebagai wanita untuk melakukan pendekatan kepada pengguna aplikasi kencan,” ujar Pandia saat ditemui di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2026).
Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian menambahkan, induk PT Alstair Trans Service berada di China.
Perusahaan tersebut memilih Jogjakarta sebagai kantor cabang untuk meraup tenaga kerja.
Dalam proses rekrutmen pegawai, perusahaan menerapkan persyaratan yang mudah. Calon karyawan hanya harus mahir berbahasa Inggris tanpa ada batasan usia maupun status pendidikan.
Upah yang ditawarkan juga cukup menggiurkan. Untuk gaji pokok berkisar antara Rp 2,4 hingga 3 juta per bulan.
Sementara jika karyawan mampu mencapai target pembelian koin dari pengguna aplikasi kencan, bisa mendapat bonus gaji hingga Rp 5 juta per bulan.
Riski menyebut, pendapatan dari love scamming itu juga cukup besar karena mampu mencapai Rp 33 miliar per bulan.
Sistem kerjanya berdasar pada target. Setiap bulannya, tiap satu sif minimal harus bisa mengumpulkan 2 juta koin dengan nilai transaksi sekitar Rp 11 miliar.
Baca Juga: Karyawan PT BPR Bank Wonogiri yang Digerebek Warga Bersama Direkturnya Diskors Tiga Bulan
“Dalam sehari ada tiga sif, jadi tinggal pendapatan per sif dikali tiga,” jelasnya.
Kejahatan love scamming yang dilakukan PT Alstair Trans Service menyasar pengguna aplikasi kencan dari negara Amerika, Kanada, Australia dan Inggris.
Konten pornografinya sudah disiapkan perusahaan. Sehingga pegawai yang berperan sebagai admin chat tinggal mengirimkan kepada pengguna aplikasi.
Baca Juga: Riset Kemenag 2025: Gen Z Terbukti Lebih Religius dan Terbuka pada Perbedaan
Perwira dengan satu bunga melati emas di pundak itu menambahkan, pihaknya kini tengah bekerja sama dengan hubungan internasional dan interpol untuk menangkap induk perusahaan yang berada di China.
Serta menyelidiki cabang perusahaan PT Alstair Trans Service di Lampung karena diduga melakukan tindak kejahatan yang sama.
“Sampai saat ini kami belum menemukan korban (love scamming) dari warga negara Indonesia,” imbuhnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita