Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Soal Dugaan Kebocoran Tiket Retribusi di TPR Baron–JJLS, Petugas Klaim Akibat Error Mesin Mobile Point of Sale

Yusuf Bastiar • Jumat, 9 Januari 2026 | 20:45 WIB
Petugas Pos TPR Baron sedang melakukan transaksi tiket restribusi wisata.
Petugas Pos TPR Baron sedang melakukan transaksi tiket restribusi wisata.

GUNUNGKIDUL – Dugaan kebocoran tiket retribusi wisata terjadi di Pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

Tiket bertuliskan customer copy diketahui digunakan dalam transaksi pemungutan retribusi, yang disebut petugas terjadi akibat kendala teknis pada mesin mobile point of sale (MPOS).

Koordinator Pos TPR Baron dan JJLS Kalurahan Kemadang Suharto mengatakan, kejadian bermula saat petugas melayani pengunjung seperti biasa.

Namun, ketika tiket hendak dicetak, kertas di dalam mesin MPOS diketahui habis, sehingga nominal retribusi tidak tercetak.

“Petugas kami tidak berani memberikan tiket tanpa keterangan nominal. Akhirnya mesin diisi ulang kertas dan dilakukan cetak ulang,” ujarnya saat dihubungi Jumat (9/1/2026).

Dia menjelaskan, masalah muncul setelah proses cetak ulang tersebut. Tiket yang keluar justru customer copy, bukan tiket asli.

Suharto mencontohkan, pada satu transaksi dengan tiga penumpang senilai Rp 45 ribu, tiket yang tercetak bukan tiket utama.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena ketidaktahuan petugas bahwa kertas di mesin MPOS sudah habis.

Setelah diisi dan dicetak ulang, lanjut dia, yang keluar justru tiket bertuliskan customer copy.

Ia menegaskan, kejadian tersebut hanya terjadi satu kali transaksi. Setelahnya, mesin MPOS tidak berfungsi normal dan tidak lagi digunakan. Petugas juga tidak menyadari perbedaan fisik tiket saat itu.

“Kami tidak sengaja memberikan tiket customer copy. Barcode di tiket itu juga tidak bisa terdeteksi, memang itu salah satu kelemahan mesin,” jelasnya.

Suharto menyebut, mesin MPOS yang digunakan saat ini memang sudah lama dan sering mengalami kendala teknis.

Beberapa komponen seperti karet penarik kertas sudah aus sehingga kerap menyebabkan karcis tidak keluar.

“Alatnya memang perlu perbaikan. Kadang karcis macet, kadang kertas tidak keluar. Setelah kejadian ini kami lebih teliti mengecek sisa kertas sebelum cetak,” terangnya.

Pasca-kejadian tersebut, pihak Kalurahan Kemadang bersama lurah telah dipanggil oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul untuk klarifikasi.

Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo membenarkan adanya kebocoran tiket retribusi berupa penggunaan customer copy di pos yang dikelola Kalurahan Kemadang.

“Iya, itu terjadi di pos yang dikelola kalurahan. Petugasnya adalah TPR kalurahan,” ujarnya.

Eko menyampaikan, bupati Gunungkidul akan memanggil seluruh pihak kalurahan untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Sementara terkait kemungkinan sanksi pemberhentian atau tindak lanjut terhadap petugas, masih akan dibahas lebih lanjut dengan pimpinan.

“Terkait pemilihan petugas TPR yang dikelola kalurahan, itu kewenangan lurah. Mandat dari bupati diberikan ke kalurahan, lalu lurah yang menerbitkan SK petugas,” jelasnya.

Meski demikian, seluruh pos TPR di destinasi wisata Gunungkidul tetap berada di bawah koordinasi dan pengawasan Disparekrafpora.

“Kami sudah melakukan klarifikasi kepada lurah dan koordinator petugas pungut, serta memberikan peringatan. Semua pos tetap dalam pengawasan kami,” tambahnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#JJLS #Customer Copy #retribusi wisata #Gunungkidul #Mobile Point of Sales #TPR Baron #Kebocoran Tiket #Kalurahan Kemadang #Mpos #kesalahan teknis