Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bau Ayam Tercium sampai Lantai Tiga, Bangunan Baru Pasar Terban Kota Jogja Minim Ventilasi dan Telalu Tertutup

Guntur Aga Tirtana • Selasa, 13 Januari 2026 | 19:55 WIB

 

VENTILASI KURANG: Pedagang ayam yang berada di lantai satu Pasar Terban Selasa (13/1). Bangunan baru yang terlalu tertutup membuat bau ayam tercium hingga lantai tiga.
VENTILASI KURANG: Pedagang ayam yang berada di lantai satu Pasar Terban Selasa (13/1). Bangunan baru yang terlalu tertutup membuat bau ayam tercium hingga lantai tiga.

JOGJA - Proyek revitalisasi Pasar Terban yang digadang-gadang menjadi wajah baru ekonomi kerakyatan justru menuai kritik. Sejumlah pedagang menilai desain baru pasar tradisional di Kota Jogja itu terlalu tertutup dan minim ventilasi.

Pedagang di lantai tiga Pasar Terban Kristianti menyebut, kurangnya ventilasi Pasar Terban membuat bau ayam dari lantai bawah tercium hingga lantai atas. Dia khawatir kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan pengunjung. Mengingat lantai digunakan untuk pedagang kuliner.

Wanita yang menjual kuliner seblak itu juga menyoroti kurangnya fasilitas ford court seperti yang ada di Pasar Prawirotaman. Alhasil pembeli harus berhadap-hadapan dengan pedagang ketika menikmati makanan.

“Kalau pembeli yang sepuh-sepuh mungkin gak masalah karena bisa ngobrol dengan kami, kalau anak-anak muda itu yang mungkin kurang nyaman,” jelasnya Selasa (13/1).

Pedagang kuliner lainnya Aminah menilai, bangunan baru kurang mempertimbangkan aspek pemandangan. Padahal ada Tugu Pal Putih dan Kali Code yang potensial menjadi daya tarik pemadangan bagi pengunjung.

“Walaupun pasarnya sudah bagus, pengunjung itu mungkin tertariknya kepada rooftop yang bisa melihat suasana luar,” ujarnya.

Selain kondisi pasar yang tertutup, Aminah juga menyoroti kurangnya ventilasi. Kondisi itu membuat lantai atas Pasar Terban terasa pengap dan panas.

Oleh karena itu, dia berharap ada penambahan pendingin udara seperti air conditioner (AC) maupun kipas angin. Supaya pengunjung sentra kuliner Pasar Terban tetap merasa nyaman.

“Apalagi atasnya kan seng, pasti panas sekali. Kendalanya seperti itu,” beber Aminah.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku, bangunan Pasar Terban yang tertutup akan menjadi evaluasi. Pihaknya berencana menyiapkan kawasan khusus yang bisa melihat pemandangan Tugu dan sungai.

Selain itu, pemkot juga sudah menjalin kerja sama dengan UGM supaya bisa meramaikan Pasar Terban. Kegiatan yang sudah direncanakan berupa atraksi budaya yang diselenggarakan oleh mahasiswa di lingkungan pasar.

“Saya kira itu menjadi salah satu strategi supaya tidak terjadi kegagalan (revitalisasi pasar tradisional, Red),” kata Hasto. (inu/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#rooftop #pasar tradisional #Pasar Prawirotaman #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo #Tugu Pal Putih #Pasar terban #revitalisasi #food court