Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Waspada! Cuaca Buruk Intai DIY selama Libur Isra Mikraj, Akibat Akitivats Siklon 91 W yang Berpotensi Terjadi Hujan Beberapa Hari ke Depan

Iwan Nurwanto • Rabu, 14 Januari 2026 | 21:30 WIB

 

 

Ilustrasi musim hujan orang0orang memakai payung saat berpergian. (halojabar.com)
Ilustrasi musim hujan orang0orang memakai payung saat berpergian. (halojabar.com)

JOGJA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi adanya potensi cuaca buruk sepanjang momen libur panjang Isra Mikraj pada Jumat hingga Minggu (16-18/1).

Sebab selama itu, BMKG mendeteksi adanya aktivitas bibit Siklon 91 W.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, keberadaan aktivitas siklon tersebut berpotensi menyebabkan hujan yang cukup intensif dalam beberapa hari ke depan.

Sebab pertumbuhan awan hujan lebih masif karena dipengaruhi suhu muka laut yang berkisar antara 28-29 derajat celcius.

“Fenomena pusaran angin itu berada di Samudra Pasifik Utara Papua,” katanya dikonfirmasi lewan pesan singkat Rabu (14/1/2026).

Dia menjelaskan, juga terpantau adanya aktivitas pusat tekanan rendah di perairan Selatan Nusa Tenggara.

Sehingga menyebabkan pertemuan arus angin di sepanjang wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur yang bertiup dari arah Barat.

Menurutnya, aktivitas siklon dan pertemuan arus angin berpotensi mengakibatkan cuaca berupa hujan yang disertai angin kencang dan kilat.

Sehingga bisa menimbulkan bencana berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang serta sambaran petir.

“Masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” imbaunya.

Selain itu, profil vertikal kelembaban udara terkini wilayah DIY berada di ketinggian 1,5 hingga 3 kilometer dengan tingkat basah sebesar 65-95 persen.

Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan hujan di wilayah DIY pada pagi, siang, sore, malam, dan dini hari.

“La Nina juga melemah, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif (penyebab hujan) di sebagian wilayah Indonesia,” imbuhnya.

 Baca Juga: Lima Belas Jam Evakuasi dari Tebing Kawah, Jasad Ali Razan Ditemukan 50 Meter di Bawah Punggungan Gunung Malang

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja Fitria Dyah Anggraeni memastikan sudah bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Khususnya di Malioboro yang selama ini menjadi destinasi wisata favorit wisatawan.

Wanita yang akrab disapa Anggi itu mengaku telah menyiagakan petugas Jogoboro guna memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan. Meskipun prediksi pengunjung tidak akan seramai dibandingkan momen libur natal dan tahun baru lalu.

“Dalam dua minggu terakhir setiap akhir pekan cuacanya kurang bersahabat, prediksi kami kenaikan (wisatawan) tidak setinggi saat libur akhir tahun,” katanya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#intai DIY #bmkg yogyakarta #libur Isra Mikraj #cuaca buruk #Siklon 91 W