GUNUNGKIDUL - BPBD Gunungkidul mulai melakukan pembersihan material longsor yang menutup jalan desa di Padukuhan Krinjing, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari.
Penanganan dilakukan menggunakan alat berat, mengingat material batu keras mendominasi di lokasi longsoran.
Personel BPBD Gunungkidul Kusmiyanto mengatakan,pembersihan pada hari pertama difokuskan pada material tanah dan batuan kecil yang menimbun jalan.
Dengan begitu, proses pembersihan pada hari kedua bisa memfokuskan pekerjaan pemecahan batu-batu besar agar lebih mudah dipindahkan. Saat ini, material longsoran masih berada di sekitar lokasi kejadian.
“Karena itu penanganan dilakukan menggunakan alat berat jenis bego dengan anggaran dari BPBD Gunungkidul,” ujar Kusmiyanto saat dikonfirmasi Jumat (16/1/2026).
Dia menjelaskan, akses menuju lokasi longsor cukup terbatas. Armada roda empat tidak dapat menjangkau titik kejadian sehingga personel harus melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor sejauh kurang lebih satu kilometer. Material longsoran sekitar 85 persen berupa batu keras.
“Pembuangan (material) dilakukan secara bertahap, sebagian dipindahkan ke area yang lebih luas,” ujarnya.
Ketua Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menambahkan, longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gedangsari sejak Jumat (9/1/2026) hingga Senin (12/1/2026).
Tebing setinggi sekitar 10-12 meter runtuh dan menutup total jalan penghubung antardusun yang menjadi akses utama warga.
Dalam penanganan longsor tersebut, kata Edy, pihaknya juga turut melibatkan masyarakat setempat.
Ia mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Gedangsari masih cukup tinggi.
“Pembersihan juga melibatkan gotong royong warga. Jika memungkinkan, pemerintah kalurahan akan menyediakan satu unit armada truk untuk membantu pengangkutan material,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita