Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pindah ke Besole, Baru ke Taman Kuliner, Upaya Pemkab Gunungkidul Merelokasi PKL Alun-Alun Wonosari

Yusuf Bastiar • Senin, 19 Januari 2026 | 20:15 WIB

 

BERI TEGURAN: Petugas Satpol PP Gunungkidul saat menemui PKL yang nekat berjualan di Alun-Alun Wonosari Minggu (18/1) sore.
BERI TEGURAN: Petugas Satpol PP Gunungkidul saat menemui PKL yang nekat berjualan di Alun-Alun Wonosari Minggu (18/1) sore.

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyiapkan skema relokasi pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Wonosari. Sebelum dipindah ke Taman Kuliner, mereka akan lebih dulu direlokasi ke Pasar Besole. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan alun-alun sekaligus untuk mendukung proses pembangunan yang tengah direncanakan pemerintah kabupaten.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, nantinya Taman Kuliner mampu menampung sekitar 100 pedagang. Lokasi tersebut direncanakan menjadi tempat permanen bagi PKL Alun-Alun Wonosari setelah pembangunan selesai.

“Alun-alun harus dikondisikan dan dikosongkan. Karena pembangunan belum selesai, sementara PKL direlokasi dulu ke Besole,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (19/1).

Kelik menambahkan, data paguyuban PKL, termasuk yang berada di sisi barat jalan, telah masuk ke dinas terkait. Pemerintah menyerahkan keputusan relokasi kepada para PKL melalui mekanisme musyawarah. Namun ia menegaskan bahwa ruang publik tidak boleh diklaim oleh pihak tertentu.

“Kalau itu milik umum, harus digunakan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kekhawatiran PKL terkait potensi sepinya Pasar Besole. Menurutnya, selama PKL masih berjualan di alun-alun, Pasar Besole memang berpotensi kurang diminati pengunjung.

Untuk itu, Pemkab berencana menggelar berbagai kegiatan di Pasar Besole guna menarik minat masyarakat. “Kami akan berupaya membuat event di Besole supaya ramai,” janjinya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul Chairul Agus Mantara menyampaikan, penataan Alun-Alun Wonosari merupakan amanah langsung dari bupati Gunungkidul. Dalam rapat pengantar yang sudah dia lakukan, bupati menegaskan kawasan alun-alun harus dikosongkan.

 Baca Juga: Pesawat ATR 42-500 IAT Hilang Kontak di Kabupaten Maros Makassar, Ini Komunikasi Terakhir Detik-detik Menegangkan

“Kami ditugasi bupati untuk menata alun-alun. Prinsipnya, kami tidak akan membuat sengsara PKL. Konsep yang kami susun realistis dan bisa dijalankan,” ujar Chairul.

 

Ia menjelaskan, pemerintah tengah merancang pembangunan ulang Taman Kuliner, bahkan terdapat wacana pembangunan dua lantai agar mampu menampung seluruh PKL Alun-Alun Wonosari. Proses lelang dan pengerjaan pembangunan diarahkan untuk segera dilaksanakan.

Selain itu, penataan Pasar Besole juga akan dilakukan secara menyeluruh. Sejumlah fasilitas lama akan dibongkar untuk menambah daya tampung dan memperbaiki kawasan.

“Lapangan tenis akan kami bongkar, kantor PPA juga akan kami bongkar. Ini semua untuk menampung PKL alun-alun,” jelasnya.

Chairul menambahkan, relokasi ke Pasar Besole akan dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan. Jika Pasar Besole justru berkembang dan semakin ramai, pemerintah akan mengkaji kembali penempatan PKL. “Kalau Besole ramai, tentu akan kami lihat lagi. Namun jika sepi, bisa menjadi alternatif kedua penempatan PKL Alun-Alun Wonosari,” ucapnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#besole #pedagang kaki lima (PKL) #Gunungkidul #Pemkab Gunungkidul #Pemerintah Kabupaten (Pemkab) #Taman Kuliner #Alun-alun Wonosari #Pasar Besole