GUNUNGKIDUL – Rencana relokasi PKL dari kawasan Alun-alun Wonosari ke Taman Kuliner (Tamkul) Wonosari masih menyisakan tanda tanya.
Pasalnya, pedagang yang lebih dulu menempati kawasan Tamkul khawatir proses pemindahan tersebut justru mengganggu aktivitas jual beli yang selama ini sudah berjalan.
Koordinator Lapangan Pedagang Jajanan Ringan Taman Kuliner Wonosari Surino mengungkapkan, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait konsep pembangunan maupun penataan PKL yang akan direlokasi, termasuk rencana penempatan di area lapangan tenis.
“Nanti pedagang di sini mau seperti apa juga masih simpang-siur. Informasinya baru dari pemberitaan saja,” ujar Surino saat ditemui di Tamkul Wonosari Rabu (21/1/2026).
Dia khawatir, rencana pemindahan tersebut justru berdampak pada pedagang existing yang berpotensi kembali dipindah.
Pedagang berharap hal itu tidak terjadi. Sebab, pembangunan lokasi relokasi dikhawatirkan akan mengharuskan pedagang lama Tamkul menata ulang lapaknya.
Kondisi ini dinilai merepotkan dan berpotensi mengganggu kelangsungan usaha.
“Harapan kami seperti ini saja, jangan dipindah-pindah. Informasi yang kami terima, kalau nanti ada pembangunan, pedagang taman kuliner disuruh pindah ke bagian depan. Kalau bisa lapaknya tetap, karena penataan ulang itu repot,” ujarnya.
Surino menegaskan, pedagang pada dasarnya tidak menolak jika PKL Alun-alun Wonosari direlokasi ke area Tamkul.
Namun, ia berharap kebijakan tersebut tidak merugikan pedagang lama yang sudah menempati lokasi.
“Pedagang di sini tidak masalah kalau mau ada relokasi. Yang penting jangan sampai mengganggu jualan kami,” tandasnya.
Saat ini, di blok pedagang jajanan ringan TamkulWonosari terdapat 52 pedagang. Kawasan Tamkul sendiri terbagi menjadi dua blok, blok pedagang jajanan dan makanan ringan serta blok pedagang makanan berat.
Blok jajanan berada persis di sisi lapangan tenis. Setiap pedagang menempati lapak dengan ukuran sekitar 2,5 meter x 3 meter.
Surino menuturkan, para pedagang telah melalui proses panjang sebelum akhirnya menetap di Tamkul ini.
“Tahun 2017 kami masih pakai tenda. Sebelumnya, tahun 2014, semua pedagang ini juga direlokasi dari kawasan gedung pemkab. Dulu di sini masih tanah, jualan di bawah pohon mangga,” kenangnya.
Sementara itu, juru parkir di kawasan Tamkul Alun-alun Wonosari Andi Setiawan menyatakan tidak keberatan dengan rencana relokasi PKL.
Menurutnya, penataan kawasan justru berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung.
“Kami di sini kerja ikut juragan yang melelang lahan parkiran dari Dishub. Yang jelas kalau taman kuliner ramai, pengunjung tambah ramai dan parkir juga ikut ramai,” ungkapnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita