SLEMAN - Kabupaten Sleman sempat digegerkan dengan agenda audensi para sopir ambulans DIY di RSUD Sleman. Dalam informasi yang beredar Kamis (22/1) malam itu menyebut, sopir akan protes dengan membawa mobil ambulans pada Jumat pagi. Mereka mengeluhkan adanya kebijakan tarif parkir bagi ambulans, padahal para sopir ini bekerja demi kemanusiaan. Meski demikian, pada pagi harinya menyebar informasi bahwa aksi tersebut dibatalkan. Persoalan juga sudah menemui titik terang.
Direktur RSUD Sleman Wisnu Murti Yani menjelaskan, persoalan ini sebenarnya didasarkan pada kesalahpahaman saja. Dia menyebut sejak Senin (19/1) tengah dilakukan sistem parkir baru. Sistem digital ini menghapus sistem parkir manual. Harapannya bisa meningkatkan pendapatan dari rumah sakit.