Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Disbud Bantul Agendakan Pembinaan Administrasi, Buntut Banyaknya Proposal untuk Rintisan Desa Budaya Belum Lengkap

Cintia Yuliani • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:07 WIB

 

Kepala Disbud Bantul Yanatun Yunadiana
Kepala Disbud Bantul Yanatun Yunadiana

BANTUL - Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul masih menemukan banyaknya proposal kalurahan yang belum lengkap. Khususnya untuk pengajuan rintisan desa budaya, seperti tidak adanya upaya pelestarian dan pengembangan budaya dalam proposalnya.

Kepala Disbud Bantul Yanatun Yunadiana menyebut, akan segera melakukan pembinaan administrasi. Sehingga kalurahan yang mengajukan proposal pada Februari tidak lagi tertolak.

“Karena untuk penilaian administrasi, yang tertulis ya dilestarikan, jangan sampai di lokasi ada upaya pelestarian dan pengembangan budaya, tapi tidak ditulis,” pesannya saat ditemui di Mandala Sabha Madya Gedung Induk Lantai 3 Kompleks Parasamya Jumat (23/1).

Saat ini sudah ada tujuh proposal yang mengajukan diri sebagai rintisan desa budaya ke Disbud Bantul. Sedikitnya, dia menargetkan ada lima kalurahan yang bisa lolos sebagai. “Karena kita sesuaikan dengan reward-nya nanti penganggarannya,” tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada 27 kalurahan yang memiliki predikat rintisan desa budaya, 12 desa budaya, serta 12 desa mandiri budaya di Bantul. Dengan adanya predikat tersebut, diharapkan masyarakat semakin terpacu untuk melakukan pelestarian budaya dan bahasa terutama pada generasi muda. 

Jika bahasa Jawa tetap dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka sopan santun pada generasi muda akan berjalan secara otomatis. Dengan demikian, tata krama pada anak muda juga akan terbentuk. “Selain itu, kami optimistis angka kenakalan remaja akan menurun, dengan kembali ke budaya semula, terutama unggah-ungguh dan tata bahasa,” jelasnya. 

Sementara itu, Lurah Bangunharjo Nur Hidayat mengaku, kalurahannya sudah mendapatkan predikat rintisan desa budaya. Tahun ini, pemkal berencana membuat tim, untuk naik kelas menjadi desa budaya. 

Selain itu, upaya lainnya dengan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas insfrastruktur kalurahan. Seperti pendapa kabudayan, serta sanggar-sanggar kesenian.  Selain itu, juga dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas masyarakat. 

 

Sehingga harapannya, rintisan desa budaya di kalurahannya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

"Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan melestarikan budaya lokal," katanya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#administrasi #Disbud Bantul #Bantul #Pembinaan #disbud #proposal #rintisan desa budaya #dinas kebudayaan