SLEMAN - Hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Sleman Sabtu (24/1). Peristiwa ini menyebabkan 117 titik kejadian dengan mayoritas pohon tumbang maupun atap berterbangan. Akibatnya turut menyebabkan korban meninggal dunia maupun luka-luka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro menyebut, ada dua korban pengendara motor yang meninggal dunia. Lokasinya berada di Karangmalang, Caturtunggal, Depok. Korban atas nama Slamet, 65, dan Ahmad Albaquni, 6. Kakek dan cucunya ini merupakan warga Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Disbud Bantul Agendakan Pembinaan Administrasi, Buntut Banyaknya Proposal untuk Rintisan Desa Budaya Belum Lengkap
"Usai kejadian kedua korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara," beber Bambang lewat keterangan tertulis Minggu (25/1).
Bambang menyebut bencana angin kencang ini juga menyebabkan enam orang luka-luka. Terdiri dari satu orang luka ringan, empat orang luka sedang, dan satu orang luka berat. Salah satunya warga Plumbon Kidul, Mororejo, Tempel yang tertimpa pohon bernama Wiwik Rumiyati. Korban mengalami luka robek di kepala, luka di bagian tangan, serta punggung dan mesti menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Baca Juga: Prof. Ana Nadhya Abrar: Putusan MK Tegaskan Wartawan Sebagai Pelaku Kegiatan Intelektual
Korban lainnya adalah Tumidi yang merupakan warga Pangeran, Hargobinangun, Pakem. Dia mengalami luka ringan berupa patah jari manis dan mesti dirujuk ke RS Panti Nugroho. Ada juga Agus Sarwono yang beralamat di Sinduharjo, Ngaglik. Korban mengalami nyeri abdomen dan mesti dirujuk ke RSUD Sleman.
"Dampak angin kencang ini dirasakan oleh 14 kapanewon dengan 33 kalurahan," sebut Bambang.
Baca Juga: Sopir Ambulans Kena Tarif saat Masuk RSUD Sleman, Manajemen Sebut Hanya Kesalahpahaman, Rumah Sakit Mulai Terapkan Sistem Baru
Sementara terkait kerugian materiil, BPBD Sleman mencatat ada 96 pohon tumbang, 61 rumah rusak ringan, dan satu rumah rusak berat. Ada juga berbagai fasilitas lain yang terdampak. Di antaranya, enam jaringan telepon, enam tempat usaha, tiga kandang, dan 18 jaringan listrik.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan, pohon yang tumbang dan menyebabkan dua orang meninggal dunia adalah jenis pohon randu. Panjang kurang lebih 20 meter dan diameter sekitar 80 sentimeter sampai 1 meter.
"Kami imbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan pohon rawan tumbang," pesannya. (del/eno)